Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Sayur Mayur Jadi Komoditas Pertanian Unggulan Desa Gerbo

Jawanto Arifin • Kamis, 28 Juli 2022 | 13:20 WIB
TANAH SUBUR: Tanaman kubis yang ditanam di Dusun Tengah, Desa Gerbo. (Foto: Rizal F Syatori/Radar Bromo)
TANAH SUBUR: Tanaman kubis yang ditanam di Dusun Tengah, Desa Gerbo. (Foto: Rizal F Syatori/Radar Bromo)
LETAK Desa Gerbo, Kecamatan Purwodadi berada di dataran tinggi. Sekitar 650 meter dari permukaan air laut. Tanahnya yang subur membuat masyarakat Gerbo menjadikan pertanian sebagai sumber ekonomi.

Pertanian di Gerbo terkenal dengan sayur mayurnya dan palawija. Meski ada warga yang menanam padi. Sayuran yang ditanam komplit. Mulai dari tomat, wortel, kubis, cabai kecil, cabai besar, ketimun, terong, kacang panjang, bawang daun, jagung manis, ucet dan masih banyak lainnya.

“Tanaman sayur mayur dari dulu ada di desa kami, dan bertahan hingga sekarang. Jenisnya paling lengkap di Kabupaten Pasuruan,” beber Kades Gerbo Sutrisno.

Photo
Photo
KOMPAK: Kades Gerbo Sutrisno (tengah bertopi) bersama perangkat Desa Gerbo. (Foto: Rizal F Syatori/Radar Bromo)

Luas lahan pertanian tanaman sayur mayur, kata Sutrisno, sekitar 60 hektare. Lahan pertanian itu tersebar di tiga dusun, yakni Tengah, Lor Kali dan Jajang.

Dalam kurun waktu setahun, panennya rata-rata hingga tiga kali. Ini karena tanahnya subur, ketersediaan air untuk irigasi mencukupi, juga udaranya sejuk.

“Saat panen sudah ada pembeli yang memborong, kirim dan dijual ke Malang, Sidoarjo dan Surabaya,” terangnya.



Pemdes dan para petani, optimistis tanaman sayur mayur di Desa Gerbo ke depan tetap terus tumbuh subur. Bisa diandalkan dan menghasilkan. “Karena termasuk kebutuhan pokok, dikonsumsi masyarakat setiap hari. Apalagi pangsa pasarnya jelas,” tegasnya.

 

Lanjut Penyaluran BLT-DD ke 123 KPM

Di tahun ini Pemdes Gerbo juga tetap melakukan kegiatan penyaluran bantuan langsung tunai (BLT). Sumber anggarannya dialokasikan dari Dana Desa (DD). Tahun ini, tiap bulannya BLT-DD tersebut diberikan ke 123 kelompok penerima manfaat (KPM). Penerimanya tersebut, adalah warga yang tersebar di enam dusun.

“Tiap bulannya masing-masing KPM terima Rp 300 ribu, yang sudah tersalurkan atau diberikan mulai Januari hingga Juni, bulan ini tunggu pencairan,” ujar Kades Gerbo Sutrisno.

Photo
Photo
PEMULIHAN EKONOMI: Kegiatan penyaluran BLT-DD di kantor Desa Gerbo. (Foto: Pemdes Gerbo for Radar Bromo)

Dalam penyaluran atau pemberian BLT-DD, oleh pemdes biasanya memberi di kantor desa. Para penerimanya, lanjut Sutrisno, adalah masyarakat yang tidak mampu. “Dengan catatan, tidak mendapat bantuan dari dana yang lain,” tuturnya.

Tahun ini merupakan tahun yang ketiga pemberian. Tercatat selama pandemi yang berlangsung sejak 2020 lalu. Untuk penyaluran atau pemberian BLT-DD di Desa Gerbo, adalah menindaklanjuti program dari pemerintah pusat.



“Manfaatnya cukup membantu perekonomian para penerimanya. Salah satunya, untuk pemenuhan kebutuhan sehari-hari,” jelasnya.

Di luar itu, kegiatan fisik sejumlah item juga ada tahun ini di Desa Gerbo oleh pemdes setempat. Seperti pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) irigasi tersier di Dusun Jajang, plengsengan jalan desa di Dusun Tengah, dan plengsengan saluran irigasi di Dusun Jajang.

“Ini juga prioritas, usulan dari masyarakat dalam musdes. Untuk realisasi pembangunan fisiknya, kami mengunggu pencairan DD nya saja,” terangnya. (zal/fun/*)

 

Program dan Pembangunan Tahun 2022:
Editor : Jawanto Arifin
#desa gerbo #Membangun desa #kecamatan purwodadi