KETAHANAN pangan bahkan menjadi prioritas bagi desa yang dipimpin Darminto ini. Sebagai Kepala Desa, Darminto mengatakan, program ketahanan pangan di tahun ini di antaranya ada rencana pemberian sapi sebanyak 8 ekor. Untuk 4 ekor sapi sudah diberikan di tahap pertama. Sisanya akan diberikan di tahap 2 atau ketiga. Pemberian sapi ini diserahkan kepada Kelompok Masyarakat (Pokmas) untuk dikelola.
Selain itu ada ketahanan pangan nabati. Di tahun ini sudah diberikan pemberian bibit toga (tanaman obat keluarga), dan juga tanaman seledri, jahe, tomat, cabai dan sebagainya. Untuk pemberian bibit tanaman ini diserahkan pada kelompok kerja (pokja) PKK dan sudah diserahkan pada tahap 1 lalu.
Ada pula pemberian benih ikan yang sudah dilakukan di 2 dusun yaitu di Dusun Sudimoro dan Dusun Pesantren. Pemberian benih ikan ini untuk masyarakat yang memiliki kolam ikan. Tujuannya untuk peningkatan hasil panen.
“Termasuk tahun ini dari desa ada pemberian koloni atau kelenceng budi daya lebah. Jumlahnya ada 80 kelanceng yang diberikan kepada pokmas,” jelasnya.
Budi daya lebah ini menjadi salah satu potensi ekonomi lokal penghasil madu. Sehingga tahun ini pemberian 80 kelenceng diharapkan bisa meningkatkan hasil madu dan juga meningkatkan ekonomi peternak. (eka/fun/*)
Pasar Desa Bakal Tingkatan Ekonomi
DEMI meningkatkan ekonomi warga sekitar, Desa Pucangsari kini mengembangkan Pasar Desa. Rencananya pasar desa akan menjual produk pelaku usaha di tempat lokal. Sehingga perputaran ekonomi bisa menjadi kian hidup.
Kepala Desa Pucangsari Darminto mengatakan bahwa di Desa Pucangsari sudah ada pasar desa yang dibangun dari hibah pemerintah daerah di tahun 2018 lalu. “Saat ini ada 6 kios yang sudah dimanfaatkan warga dari berjualan makanan minuman, sampai jasa potong rambut,” terangnya.
Karena terletak di jalur utama, kedepan Desa Pucangsari akan mengembangkan pasar desa. Sehingga lebih banyak varian makanan yang dijual, terutama produk lokal seperti hasil panen seperti sayur mayur, alpukat, durian, susu sampai madu dan sebagainya.
“Namun karena masih pandemic, ampai kini rencana tersebut belum bisa direalisasikan. Karena kami melihat pasar desa ini potensial kedepan akan lebih dikembangkan lagi termasuk potensi lokal bisa dijual disana,” jelasnya.
Selain itu untuk penanganan Covid-19, masih ada di tahun ini. Misalnya Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLTDD) diberikan kepada 114 Keluarga Penerima Manfaat. Pun begitu dengan vaksinasi untuk dosis 1 dan 2, yang sudah mencapai 80 persen. Sedangkan booster mencapai 40 persen.
“Harapan kami, pandemi ini bisa segera berakhir. Sehingga pembangunan desa bisa berjalan normal kembali dan ekonomi juga kembali meningkat,” harapnya. (eka/fun/*)
Program dan kegiatan Tahun 2022
- Program Ketahanan Pangan Hibah Sapi
- Ketahanan Pangan Bibit Tanaman
- Pemberian Benih Ikan
- Bantuan Budi Daya Lebah
- BLTDD dan Vaksinasi