Kepala UPT Tahura R. Soerjo Ahmad Wahyudi menjelaskan, pencarian dilakukan oleh lima tim SRU atau SAR gabungan. Empat tim berangkat dari Pos Lawang, Kabupaten Malang. Dan satu tim berangkat dari Pos Sumber Brantas, Kota Batu.
Selain lima tim itu, ada dua tim yang berangkat paling awal pada Minggu (3/7) malam. Dan sejauh ini, mereka belum kembali ke pos.
“Proses pencarian masih berlangsung sampai sekarang. Namun, korban atau pelari yang hilang asal Jakarta belum ditemukan keberadaannya. Masih dicari oleh tim SAR gabungan,” terang Wahyudi.
Menurutnya, tim menyisir Gunung Arjuno mulai dari pos empat Maha Pena sampai ke puncak. Proses pencarian korban dilakukan di ketinggian 2.800 – 3.339 meter dari permukaan air laut (dpl).
https://radarbromo.jawapos.com/pandaan/04/07/2022/pelari-mantra-summits-challenge-hilang-di-gunung-arjuno/
Tim bahkan harus melalui medan terjal, berkabut, dan cuaca yang dingin. Kondisi itu membuat pencarian agak terkendala.
“Pencarian terkendala cuaca dan medan. Namun, pencarian tetap dilakukan. Mudah-mudahan keberadaannya segera ditemukan,” ucapnya.
Korban sendiri mengikuti ajang Mantra Summits Challenge 2022 di jalur pendakian Gunung Arjuno, kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo. Start dan finisnya di Kaliandra, Prigen. Kegiatan ini berlangsung dua hari, Sabtu (2/7) hingga Minggu (3/7) dan diikuti ratusan pelari lokal hingga mancanegara.
Korban ikut kategori 116 K yang diberangkatkan paling awal oleh panitia. Dia ikut start dari Kaliandra bersama para pelari lainnya, Sabtu pagi (2/7) sekitar pukul 05.00. Empat kategori lainnya, masing-masing 75 K, 55 K, 35 K, dan 21 K diberangkatkan setelahnya.
“Sabtu (2/7) sekitar pukul 19.10, yang bersangkutan ada di Puncak Arjuno. Lalu, turun lewat jalur Lawang. Ternyata tidak sampai ke lokasi finis sampai dengan waktu yang telah ditentukan. Yaitu, Minggu (3/7) pukul 16.00,” kata Wahyudi. (zal/hn) Editor : Ronald Fernando