Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Mobil Sudah Bisa Melintas di Tanjakan Tunggangan Tutur

Jawanto Arifin • Kamis, 23 Juni 2022 | 13:01 WIB
RAWAN LONGSOR: Tebing di sepanjang jalan tembus dari Tutur, Kabupaten Pasuruan, menuju Jabung, Kabupaten Malang, rentan tergerus air hujan. (Foto: Rizal F Syatori/Jawa Pos Radar Bromo)
RAWAN LONGSOR: Tebing di sepanjang jalan tembus dari Tutur, Kabupaten Pasuruan, menuju Jabung, Kabupaten Malang, rentan tergerus air hujan. (Foto: Rizal F Syatori/Jawa Pos Radar Bromo)
TUTUR, Radar Bromo - Evakuasi material longsoran tanah di tebing tanjakan Tunggangan, Desa Tlogosari, Kecamatan Tutur, hampir tuntas. Rabu (22/6), jalan yang terkubur longsoran semakin terbuka. Bahkan, mobil sudah bisa lewat.

Kabid Bina Konstruksi Dinas Bina Marga dan Bina Kontruksi Kabupaten Pasuruan Listiyani memperkirakan, evakuasi tersisa 10 persen saja. Sudah masuk tahap finishing. Evakuasi berjalan optimal karena cuaca cerah. Sebelumnya, evakuasi terkendala cuaca yang sering hujan. Posisi medan juga sulit karena jalan licin.

”Sekarang, selain motor, akses jalannya bisa dilalui mobil dan truk. Bergantian, tetap harus hati-hati karena masih licin,” terangnya. Listiyani menambahkan, pembersihan sisa material tanah yang masih menempel di aspal dilakukan secara manual. Dengan tenaga manusia. Hari ini ditarget tuntas atau 100 persen.

Photo
Photo
OPTIMAL: Alat berat milik Pemkab Pasuruan yang mengevakuasi longsoran di Desa Tlogosari. (Foto: Rizal F Syatori/Jawa Pos Radar Bromo)

Untuk plengsengan di lokasi, lanjut dia, pembangunan fisik diperkirakan sepanjang 5 sampai 6 meter. Total konstruksi plengsengan mencapai setinggi 2,5 meter dan panjang sekitar 60 meter. Kewenangan perbaikan ada di Kabupaten Pasuruan juga. Perbaikan plengsengan yang rusak akan diawali survei lokasi. ”Realisasinya menunggu evaluasinya tuntas,” tegasnya.

Selain faktor medan yang sulit, kendala lain proses evakuasi longsoran di tanjakan Tunggangan adalah jumlah alat berat. Kapolsek Nongkojajar AKP Kusmani menyoroti kurangnya backhoe yang dikerahkan Pemkab Pasuruan.



Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Kabupaten Pasuruan memiliki dua unit alat berat tersebut. Namun, yang dikirim hanya satu unit. ”Satu unit lainnya dalam perbaikan,” bebernya.

Keterbatasan alat berat itu berpengaruh terhadap kinerja evakuasi di lapangan. Pembersihan jalur tembus Pasuruan menuju Malang itu harus berjalan sampai sekitar satu minggu. Padahal, seharusnya bisa lebih cepat.

Kusmani mengingatkan, sebagian wilayah Kabupaten Pasuruan tergolong daerah dataran tinggi yang rawan longsor. Mulai Kecamatan Tutur, Tosari, Puspo, dan Prigen. Peristiwa longsor juga sudah berkali-kali terjadi.

”Kalau punya minimal tiga kan enak. Satu rusak atau perbaikan, dua unit lain ready dan bisa beroperasi. Jika ada longsor di lokasi berbeda bersamaan, bisa sama-sama tertangani,” jelasnya.

Kabid Bina Konstruksi Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Kabupaten Pasuruan Listiyani Utami enggan berkomentar banyak soal itu. Menurut dia, rencana menambah unit backhoe tidak ada pada 2022 ini. Salah satu kendalanya adalah keterbatasan anggaran. (zal/far) Editor : Jawanto Arifin
#bpbd kabupaten pasuruan #longsor jalur tutur-jabung #polsek nongkojajar