Kabid Bina Konstruksi Dinas Bina Marga dan Bina Kontruksi Kabupaten Pasuruan Listiyani memperkirakan, evakuasi tersisa 10 persen saja. Sudah masuk tahap finishing. Evakuasi berjalan optimal karena cuaca cerah. Sebelumnya, evakuasi terkendala cuaca yang sering hujan. Posisi medan juga sulit karena jalan licin.
”Sekarang, selain motor, akses jalannya bisa dilalui mobil dan truk. Bergantian, tetap harus hati-hati karena masih licin,” terangnya. Listiyani menambahkan, pembersihan sisa material tanah yang masih menempel di aspal dilakukan secara manual. Dengan tenaga manusia. Hari ini ditarget tuntas atau 100 persen.
Untuk plengsengan di lokasi, lanjut dia, pembangunan fisik diperkirakan sepanjang 5 sampai 6 meter. Total konstruksi plengsengan mencapai setinggi 2,5 meter dan panjang sekitar 60 meter. Kewenangan perbaikan ada di Kabupaten Pasuruan juga. Perbaikan plengsengan yang rusak akan diawali survei lokasi. ”Realisasinya menunggu evaluasinya tuntas,” tegasnya.
Selain faktor medan yang sulit, kendala lain proses evakuasi longsoran di tanjakan Tunggangan adalah jumlah alat berat. Kapolsek Nongkojajar AKP Kusmani menyoroti kurangnya backhoe yang dikerahkan Pemkab Pasuruan.
Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Kabupaten Pasuruan memiliki dua unit alat berat tersebut. Namun, yang dikirim hanya satu unit. ”Satu unit lainnya dalam perbaikan,” bebernya.
Keterbatasan alat berat itu berpengaruh terhadap kinerja evakuasi di lapangan. Pembersihan jalur tembus Pasuruan menuju Malang itu harus berjalan sampai sekitar satu minggu. Padahal, seharusnya bisa lebih cepat.
Kusmani mengingatkan, sebagian wilayah Kabupaten Pasuruan tergolong daerah dataran tinggi yang rawan longsor. Mulai Kecamatan Tutur, Tosari, Puspo, dan Prigen. Peristiwa longsor juga sudah berkali-kali terjadi.
”Kalau punya minimal tiga kan enak. Satu rusak atau perbaikan, dua unit lain ready dan bisa beroperasi. Jika ada longsor di lokasi berbeda bersamaan, bisa sama-sama tertangani,” jelasnya.
Kabid Bina Konstruksi Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Kabupaten Pasuruan Listiyani Utami enggan berkomentar banyak soal itu. Menurut dia, rencana menambah unit backhoe tidak ada pada 2022 ini. Salah satu kendalanya adalah keterbatasan anggaran. (zal/far) Editor : Jawanto Arifin