Jalan Kaliputih merupakan penghubung Desa Sumbersuko, Gempol dan Desa Sukoreno, Kecamatan Prigen. Jalur tersebut merupakan akses kawasan industri, tambang, dan wisata. Nah, gundukan tanah ada di ujung jalan. Dekat turunan dari arah Sukoreno ke Kaliputih, Desa Sumbersuko. Jumlahnya empat gundukan. Masing-masing dua titik di kanan dan dua di kiri.
”Jumlahnya terlalu banyak,” kata Yudhi.
Dia mendengar gundukan itu dibuat untuk mengantisipasi truk rem blong yang turun dari atas. Gundukan tanah dijadikan pengaman jika terjadi rem blong. Namun, kata dia, jumlahnya tidak perlu sebanyak itu. Cukup dua titik, kanan dan kiri jalan. Cukup.
Jika jumlah gundukan tetap sebanyak itu, fungsi utama jalan juga kurang maksimal. Pengguna jalan terganggu. Mestinya bisa dilewati dua kendaraan sekaligus dari dua arah. Karena ada gungukan, kendaraan jadi harus bergantian lewat. Harus dievaluasi. Perlu desain lebih bagus, aman, dan tidak mengganggu arus lalin.
”Ini akan kami sampaikan ke Forum Komunikasi Lalu Lintas Daerah untuk dicarikan solusi,” ungkap Yudhi.
Dia menambahkan, ada lagi yang perlu dilakukan di sekitar lokasi. Misalnya, rumah di ujung turunan, simpang tiga Kaliputih, dan rumah-rumah di sekitarnya perlu dipasangi pembatas. Guardrail atau pengaman.
”Memang bukan jaminan aman jika ada truk rem blong. Tapi, minimal ada peredam dan tidak langsung menghantam rumah,” tuturnya.
Kades Sumbersuko Saiful Maarif tampak mendampingi Kasatlantas AKP Yudhi. Dia mengatakan, gundukan tanah di Jalan Kaliputih sudah ada sejak lama. Jauh sebelum dirinya menjabat sebagai kades.
”Itu inisiatif warga. Karena selama ini rawan truk rem blong. Selain menabrak rumah warga, juga pernah merenggut korban jiwa dan luka-luka,” katanya.
Dalam pandangannya, keberadaan gundukan tanah tersebut masih diperlukan. Manfaatnya banyak sebagai antisipasi truk rem blong.
”Harus ada solusinya. Tetap ada pengaman yang layak apabila gundukan tanahnya dihilangkan. Jika belum ada solusi konkret, lebih baik yang ada tetap saja,” ujarnya. (zal/far) Editor : Jawanto Arifin