Korban tidak sendirian saat itu. Dia datang bersama empat temannya. Yaitu, Andreas, Yogi, Malfino, dan Juna. Mereka berencana camping ke hutan di wisata air terjun Sumber Centong di Lingkungan Pesanggrahan, Kelurahan/ Kecamatan Prigen.
Selama ini mereka bekerja di sebuah mal di Surabaya. Karena mendapat giliran libur, mereka merencanakan camping seharian di air terjun Sumber Centong, Selasa (7/6).
Selasa pagi itu mereka berangkat dari Surabaya pukul 05.30 dengan mengendarai tiga unit motor. Empat orang di antaranya berboncengan. Lalu pukul 06.45, mereka sampai di Tretes.
Pukul 07.15, sebelum sampai di tempat camping, mereka istirahat di air terjun Kebo Glundung yang memiliki ketinggian 133 meter. Air terjun ini ada di Tretes, masih masuk Lingkungan Pesanggrahan, Kelurahan/ Kecamatan Prigen.
Di sana korban tidak mandi sebenarnya. Hanya main air di ujung atau hulu air terjun. Tepat di tempat jatuhnya air. Diduga karena licin, korban kemudian terpeleset. Lalu jatuh ke bawah.
“Posisi teman kami ini bermain air atau kecek-kecek di ujung air terjun. Tapi kemudian dia terpeleset dan jatuh ke bawah,” terang Yogi, 24, salah seorang rekan korban sekaligus saksi.
Mengetahui korban jatuh, rekan-rekan korban segera turun dan memberitahu warga sekitar di Lingkungan Pesanggrahan. Lalu, warga sekitar melaporkan kejadian ini ke Mapolsek Prigen.
“Rencana mau camping seharian di Air Terjun Sumber Centong. Ternyata ada kejadian ini di tengah perjalanan,” lanjut Yogi.
Sekitar pukul 09.00, petugas Polsek dan Koramil Prigen sampai di lokasi kejadian. Termasuk BPBD Kabupaten Pasuruan, relawan dan warga sekitar. Saat itu juga, pencarian terhadap korban dilakukan.
Pencarian dilakukan dengan cara jalan kaki dari Tretes sekitar 1,5 kilometer menuju hilir air terjun. Melewati hutan, jurang, dan medan yang terjal.
Pukul 10.30, pencarian itu akhirnya membuahkan hasil. Korban ditemukan dalam keadaan meninggal. Tak jauh dari hilir air terjun Kebo Glundung.
“Korban kami temukan sudah meninggal, posisinya telungkup. Terlihat jelas, tak jauh dari hilir jatuhnya air terjun,” beber Slamet, relawan dari BPBD Kabupaten Pasuruan.
Dari TKP, selanjutnya jasad korban dibawa ke daerah Sekuti dengan jalan kaki sekitar 2,5 kilometer. Setibanya di Sekuti, ambulans sudah menunggu. Jasad korban lantas dibawa ke kamar mayat RS Bhayangkara, Watukosek, Kecamatan Gempol.
Dari hasil pengecekan luar korban di kamar mayat RS Bhayangkara, diketahui korban mengalami luka parah. Sejumlah bagian tubuhnya patah.
Antara lain, patah tulang lengan kanan, patah tulang paha kanan, patah tulang rusuk kiri. Juga luka memar pada kepala belakang kanan, pendarahan telinga kanan dan hidung kiri. Serta lecet di dada bagian tengah.
“Jatuhnya korban karena terpeleset, juga kurang berhati-hati. Pihak keluarga menerima kematian korban, sehingga hanya dilakukan visum luar saja pada jasad korban,” ungkap Kanitreskrim Polsek Prigen Aipda Hariyanto. (zal/mie) Editor : Muhammad Fahmi