Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Bagus Masih Kuliah Semester Akhir, Ayahnya Seorang Dokter Spesialis

Jawanto Arifin • Rabu, 13 April 2022 | 15:45 WIB
BELUM LULUS: Bagus Prasetya Lazuardi masih tercatat sebagai mahasiswa kedokteran. Inset: Jenazah Bagus sebelum dievakuasi, (Foto: Istimewa)
BELUM LULUS: Bagus Prasetya Lazuardi masih tercatat sebagai mahasiswa kedokteran. Inset: Jenazah Bagus sebelum dievakuasi, (Foto: Istimewa)
PURWODADI, Radar Bromo - Domisili Bagus Prasetya Lazuardi memang tercatat tinggal di Tulungagung. Sesuai dengan alamat yang tertera di kartu tanda penduduk (KTP). Meski beralamatkan di Tulungagung, selama ini korban tiap harinya tinggal di Malang. Tepatnya di salah satu perumahan, berada di Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang.

“Korban ini jarang berada di Tulungagung, tapi tiap harinya lebih sering dan tinggal di Kota Malang. Ada rumah sendiri milik keluarga. Korban tinggal bersama adik perempuannya,” beber Kanitreskrim Polsek Purwodadi Aipda Daikhil Akbar.

Selain itu, korban juga statusnya sebagai mahasiswa. Kuliah jurusan kedokteran di Universitas Brawijaya Malang.

https://radarbromo.jawapos.com/news/12/04/2022/hilang-6-hari-mayat-mahasiswa-kedokteran-ditemukan-di-purwodadi/

“Masih kuliah semester akhir, sepengetahuan kami info dari keluarga dan kerabatnya statusnya calon dokter,” katanya.

Selain berstatus mahasiswa, Bagus diketahui juga anak dari dokter spesialis kandungan (SPOg) di Tulungagung. Pihak keluarga sempat tak percaya atas kematian tragis Bagus. Karena keluarga mengetahui, selama ini masih menempuh kuliahnya untuk mewujudkan cita-citanya menjadi dokter.



Korban terakhir keluar dari rumah di Kota Malang. “Terakhir keluar dari rumah di Malang, Kamis (7/4) lalu sekitar pukul 16.00. Keluar dengan pacarnya, hendak acara bukber. Rencananya lanjut ke Tulungagung, pulang dan jemput ibunya,” ucap Akbar sapaan akrabnya.

Usai keluarga menerima kabar duka, jenazah korban langsung meminta agar jenazah dibawa ke rumah duka. Jenazah korban kabarnya juga sudah dimakamkan. Kini, sambil menunggu hasil otopsi turun, proses lidik tengah berlangsung, dilakukan oleh tim Resmob Buser Barat Satreskrim Polres Pasuruan dan Unit Reskrim Polsek Purwodadi.

Seperti diberitakan sebelumnya, Warga Desa/ Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan, Selasa pagi (12/4) geger. Itu setelah seorang warga menemukan jenazah di semak-semak lahan kosong, timur jalan raya Surabaya-Malang. Kondisi jenazah korban saat pertama kali ditemukan, sudah rusak. Namun, korban masih mengenakan pakaian lengkap dan jam tangan. (zal/fun) Editor : Jawanto Arifin
#pembunuhan pasuruan #mahasiswa kedokteran dibunuh #penemuan mayat pasuruan #pembunuhan mahasiswa kedokteran