“Korban ini jarang berada di Tulungagung, tapi tiap harinya lebih sering dan tinggal di Kota Malang. Ada rumah sendiri milik keluarga. Korban tinggal bersama adik perempuannya,” beber Kanitreskrim Polsek Purwodadi Aipda Daikhil Akbar.
Selain itu, korban juga statusnya sebagai mahasiswa. Kuliah jurusan kedokteran di Universitas Brawijaya Malang.
https://radarbromo.jawapos.com/news/12/04/2022/hilang-6-hari-mayat-mahasiswa-kedokteran-ditemukan-di-purwodadi/
“Masih kuliah semester akhir, sepengetahuan kami info dari keluarga dan kerabatnya statusnya calon dokter,” katanya.
Selain berstatus mahasiswa, Bagus diketahui juga anak dari dokter spesialis kandungan (SPOg) di Tulungagung. Pihak keluarga sempat tak percaya atas kematian tragis Bagus. Karena keluarga mengetahui, selama ini masih menempuh kuliahnya untuk mewujudkan cita-citanya menjadi dokter.
Korban terakhir keluar dari rumah di Kota Malang. “Terakhir keluar dari rumah di Malang, Kamis (7/4) lalu sekitar pukul 16.00. Keluar dengan pacarnya, hendak acara bukber. Rencananya lanjut ke Tulungagung, pulang dan jemput ibunya,” ucap Akbar sapaan akrabnya.
Usai keluarga menerima kabar duka, jenazah korban langsung meminta agar jenazah dibawa ke rumah duka. Jenazah korban kabarnya juga sudah dimakamkan. Kini, sambil menunggu hasil otopsi turun, proses lidik tengah berlangsung, dilakukan oleh tim Resmob Buser Barat Satreskrim Polres Pasuruan dan Unit Reskrim Polsek Purwodadi.
Seperti diberitakan sebelumnya, Warga Desa/ Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan, Selasa pagi (12/4) geger. Itu setelah seorang warga menemukan jenazah di semak-semak lahan kosong, timur jalan raya Surabaya-Malang. Kondisi jenazah korban saat pertama kali ditemukan, sudah rusak. Namun, korban masih mengenakan pakaian lengkap dan jam tangan. (zal/fun) Editor : Jawanto Arifin