”Buaya itu muncul di saluran irigasi, bukan habitat buaya. Dugaan kami ada yang memelihara, lalu dilepas,” kata Kepala Seksi Konservasi BKSDA Jawa Timur Wilayah 6 Probolinggo-Lumajang-Pasuruan Mamat Ruhimat.
Mamat menjelaskan, daerah penemuan buaya itu bukanlah habitat asli. Kawasan tersebut jauh dari rawa-rawa yang biasanya ditinggali buaya muara. Karena itu, dia menduga buaya yang ditemukan warga itu tidak keluar dari habitatnya. Reptil itu terseret dari satu tempat ke saluran irigasi itu.
”Jadi, dugaan kami itu orang memelihara, sudah besar, dilepas karena takut,” tegas Mamat.
https://radarbromo.jawapos.com/pandaan/28/02/2022/bksda-amankan-buaya-temuan-warga-di-bakalan-purwosari/
Saat ini, anak buaya muara berukuran panjang sekitar 1 meter itu sudah dievakuasi. Seksi Konservasi BKSDA Jawa Timur Wilayah 6 menitipkan buaya muara itu untuk dirawat di sebuah penangkaran di Kota Batu.
”Kami pantau saja terus di lokasi temuan. Kalau ada lagi, kami tetap evakuasi. Karena selain bukan habitatnya, itu juga membahayakan," terangnya.
Minggu pagi (20/2), sekitar pukul 10.00, seorang warga bernama Sugiarto menemukan anak buaya di sungai Dusun Sukun, Desa Bakalan, Kecamatan Purwosari. Hewan yang disebut buaya muara itu dikatakan masih anakan. Lelaki 38 tahun tersebut menangkap anak buaya itu bersama warga lain dengan mudah. Seperti menangkap biawak biasa. Mulutnya lantas diikat. Belum dipastikan apakah anak buaya itu hidup bersama induknya atau tidak. (sid/far)
Editor : Muhammad Fahmi