Video tentang perbuatan curang oknum pedagang itu telah beberapa kali beredar. Ada yang mengeluh telah tertipu. Mereka sengaja mampir ke Pasar Wisata Cheng Hoo Pandaan setelah berwisata dari Batu atau Malang. Tujuannya, beli oleh-oleh durian untuk keluarga di rumah. Harganya bisa Rp 50 ribu hingga Rp 100 ribu.
Sayang, ada oknum pedagang yang curang. Mereka menjual durian busuk dan mencampurnya dengan durian lain. Ada yang beli tiga buah, satu busuk. Ada pula yang beli tiga, malah dua yang busuk.
Bahkan, yang terakhir viral, seorang wisatawan mengaku membeli tiga durian. Ternyata ada satu buah yang kosong. Tidak ada isinya. Sama sekali. Oknum pedagang sengaja mengikat lagi durian yang sudah habis, lalu kembali menjualnya ke pembeli.
Pengelola Pasar Wisata Cheng Hoo Wahyu Wibowo menyatakan tidak tinggal diam menyikapi adanya pedagang yang curang seperti itu. Pegawai Disperindag Kabupaten Pasuruan tersebut akan memantau aktivitas pedagang pagi hingga malam. Selain diberi pembinaan, para pedagang diminta menjual durian dengan kualitas bagus. Baik rasa maupun harganya.
”Kami awasi intensif,” ujar Wahyu.
Dia juga mengingatkan wisatawan, terutama pembeli durian, di Pasar Wisata Cheng Hoo. Perlu benar-benar teliti saat memilih durian maupun menawar harganya. ”Mending dicek dan dibuka langsung di lokasi. Di hadapan penjualnya saja. Baru kemudian dimakan di tempat atau dibawa pulang,” tutur Wahyu.
Jawa Pos Radar Bromo bertandang lagi ke pasar wisata tersebut kemarin. Deretan penjual durian dengan lapak pikap terbuka tampak masih berjualan. Mereka mengaku berasal dari Kecamatan Lumbang dan Winongan, Kabupaten Pasuruan.
Cuma, pembeli terlihat lebih sepi. Berbeda dengan situasi sebelum video durian kosong viral di medsos. Reaksi warganet pun kesal.
”Pembeli Alhamdulillah tetap ada. Tapi, agak sepi. Rata-rata dari luar daerah,” ucap Wawan, seorang penjual durian asal Winongan.
Dia dan pedagang lain akan tetap berjualan seperti sebelumnya. Gara-gara kejadian itu, Wawan dan pedagang durian lain lebih kompak untuk saling memantau. Mereka mengantisipasi adanya oknum penjual durian nakal. Sebab, jual durian merupakan mata pencaharian sehari-hari. Jangan sampai kejadian itu terulang. ”Mudah-mudahan ke depan pembelinya ramai dan kembali normal,” katanya. (zal/far) Editor : Jawanto Arifin