Selama awal musim hujan tahun ini, sudah tiga kali terjadi genangan tinggi di lokasi tersebut. ”Kalau hujan lebat, satu jam atau lebih, pasti banjir. Tingginya selutut orang dewasa,” ucap Mujib, warga Desa Karangjati. Gara-gara banjir itu, banyak pengendara motor yang harus menuntun kendaraannya. Motor mogok. Mobil dan yang lainnya aman-aman saja.
Pejabat Pembuat Komitmen Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (PPK BBPJN) Jatim-Bali Rizka menjelaskan, banjir itu merupakan imbas luapan saluran air dari persawahan dan kampung warga. Meluap dan menjadi satu dengan saluran di tepi jalan nasional. Jalan pun menjadi tergenang air. ”Sedang kami evaluasi,” kata Rizka. (zal/far) Editor : Jawanto Arifin