---------------------
Jalur Jurang Ampel terletak di Dusun Lumbang Krajan, Desa Lumbangrejo, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan. Jalan ini termasuk jalur provinsi. Menghubungkan Prigen di Kabupaten Pasuruan dengan Trawas di Kabupaten Mojokerto.
Warga setempat dan pengguna jalan mengenal lokasi ini dengan sebutan Jurang Ampel. Sebab, di sana memang ada jurang dengan kedalaman 25–30 meter yang disebut Jurang Ampel.
Jalan Jurang Ampel sendiri panjangnya hanya sekitar 75 meter. Dari arah Prigen, jalan ini merupakan jalur tanjakan dengan tikungan tajam. Sementara dari arah Trawas, merupakan jalan menurun yang di bawahnya tepat menganga sebuah jurang.
Tak terhitung jumlah kecelakaan di jalur ini. Rata-rata, pengguna jalan tidak mampu menguasai medan saat melaju dari arah Trawas. Jalan yang menurun disertai belokan tajam menjadi salah satu penyebabnya. Belum lagi jurang yang ada di ujung jalan.
Banyak korban kecelakaan yang jatuh ke jurang. Atau menabrak guardrail di ujung jalan sisi timur. Di tempat itu, dulu hanya terpasang guardrail dari baja.
Namun, guardrail ini tidak menjamin keamanan pengguna jalan yang melintas. Beberapa kali guardrail penyok tertabrak kendaraan. Terutama dari arah Trawas.
Karena banyaknya kecelakaan, di tempat itu kini dibangun pagar berupa tembok cor dilengkapi tumpukan ban bekas sebagai pengaman.
“Jalan Jurang Ampel ini rawan sekali kecelakaan. Tempat ini juga angker. Ada hubungannnya dengan peristiwa mistis,” beber Kades Lumbangrejo Cipto Roso.
Pemberian nama Jurang Ampel ia katakan bukan asal comot. Namun, ada sejarahnya. Menurutnya, di dasar jurang sebelah timur jalan ada batu berukuran sedang. Batu itu merupakan petilasan Sunan Ampel.
“Batunya masih ada. Saya dan beberapa warga pernah turun ke bawah jurang melihat dari dekat. Cerita dari leluhur desa, batu itu petilasan Sunan Ampel. Sehingga diberilah sebutan Jurang Ampel,” terangnya.
Kecelakaan yang rawan terjadi di Jurang Ampel menurut Cipto, disebabkan banyak hal. Karena faktor medan, kurang hati-hatinya pengendara, juga tidak terlepas dari hal mistis.
Jurang Ampel selama ini dikenal angker. Di jurang, ada pohon Suren yang dipercaya warga merupakan tempat tinggal ular gaib. Ular ini sering melintas di ujung jalan sisi timur. Tepatnya setelah tikungan tajam, pas di lokasi kecelakaan sering terjadi.
“Beberapa warga dan pengguna jalan di malam-malam tertentu sering melihat ular berukuran besar yang lewat di jalan ini. Kadang ada yang melihat melilit di atas pepohonan,” ujarnya.
Untuk meminimalisasi kecelakaan, pengguna jalan pun diminta ekstra hati-hati saat melintas. Mereka juga disarankan membunyikan klakson, juga menyalakan lampu dim.
“Cara-cara ini bagian dari permisi yang sering dilakukan oleh pengguna jalan di Jurang Ampel,” cetus Munir, perangkat Desa Lumbangrejo.
Sebab, sering sekali kecelakaan di tempat itu. Korbannya sudah puluhan orang. Tidak hanya dari luar daerah, tapi dari desa setempat.
“Percaya atau tidak, cerita mistisnya ada dan ini tidak boleh disepelekan oleh pengguna jalan. Karena itu, pengguna jalan harus selalu hati-hati dan harus menguasai medan,” tuturnya. (rizal fahmi syatori/hn) Editor : Jawanto Arifin