Kades Bulukandang Wahi kepada Jawa Pos Radar Bromo mengatakan, Puskesmas Bulukandang memang berada di desanya. Namun, tempat tinggal para nakesnya berada di luar Bulukandang.
Di antaranya, Kecamatan Pandaan, Sukorejo, maupun Prigen. Dokter, paramedis, termasuk sopir ambulans penduduk luar desa tersebut.
”Warga desa kami hanya jukirnya. Jumat kemarin (25/6) ikut di-swab PCR dan hasilnya negatif,” katanya.
Menurut Wahi, saat awal mengetahui puskemas tutup sementara karena banyak nakes terkonfirmasi, warga desa sempat takut. Terutama penghuni rumah yang berada di sekitar puskesmas. Tapi, itu tidak lama.
Setelah mendapat sosialisasi dan penjelasan gugus tugas desa serta satgas kecamatan, mereka tidak panik lagi. Beberapa kali juga dilakukan penyemprotan disinfektan di lokasi puskesmas dan sekitarnya. Sekarang biasa saja.
”Panik sih awalnya. Setelah dapat penjelasan, lebih tenang. Dengan adanya kejadian ini, masyarakat lebih patuh prokes,” ungkapnya. (zal/far) Editor : Jawanto Arifin