Penutupan dilakukan sejak Sabtu (26/6) hingga Selasa (29/6). Pengumuman penutupan disampaikan melalui banner yang dipasang di pagar puskesmas.
“Beberapa hari sebelumnya buka normal kok, tapi kemudian tutup. Baru tahu puskesmas ditutup sementara sejak Sabtu setelah melihat banner,” terang Sekdes Bulukandang Haimin.
Namun, tidak ada pemberitahuan apa alasan penutupan itu. Lalu sehari setelahnya atau Minggu, menurut Haimin, gedung Puskesmas Bulukandang yang terletak di Desa Bulukandang itu disemprot disinfektan. Saat itulah warga mulai menduga, penutupan Puskesmas Bulukandang berkaitan dengan penyebaran virus Covid-19.
Camat Prigen Tri Krisni Astutik menjelaskan, Puskesmas Bulukandang ditutup karena ada 13 nakes yang positif berdasarkan hasil tes swab PCR pada Kamis (24/6) dan Jumat (25/6). Kamis, diketahui ada empat nakes positif. Dan Jumat, sembilan nakes lagi dinyatakan positif.
Terdiri atas tiga dokter, salah satunya Kepala Puskesmas Bulukandang. Sisanya yaitu bidan dari beberapa desa di wilayah Puskesmas Bulukandang, perawat, dan seorang sopir ambulans.
Ketua tim gugus tugas Kecamatan Prigen ini menyebutkan, beberapa hari sebelumnya, nakes Puskemas Bulukandang memang fokus menggelar tes swab antigen masal di Balai Dusun Gamo, Desa Dayurejo, Prigen. Selasa (22/6), ada 82 warga mengikuti tes swab antigen. Hasilnya, 21 warga reaktif.
Lalu Rabu (23/6), digelar tes swab PCR oleh Puskesmas Bulukandang dan RSUD Grati pada 34 orang. Terdiri atas 21 warga yang reaktif berdasarkan tes swab antigen sehari sebelumnya. Ditambah 13 orang yang terdiri atas nakes dan warga. Dan hasilnya, 32 orang positif.
“Nakes yang terkonfirmasi dari Puskesmas Bulukandang dalam keadaan sehat, kondisinya orang tanpa gejala (OTG). Masing-masing sudah ditangani oleh Dinkes. Mereka karantina di SKB Pandaan dan Hotel Permata Biru,” ujarnya.
Melalui telepon dan pesan WhatsApp (WA), Jawa Pos Radar Bromo pun mengonfirmasi Wakil Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Pasuruan Anang Saiful Wijaya. Termasuk Kepala Dinkes Kabupaten Pasuruan dr. Ani Latifa. Namun, keduanya tidak merespons.
Pelayanan Dialihkan ke Pustu Sekitar
Meskipun Puskesmas Bulukandang tutup sementara, pelayanan kesehatan masyarakat tetap jalan. Masyarakat yang ingin berobat dialihkan ke puskesmas pembantu (pustu) di wilayah Puskesmas Bulukandang.
Ketua gugus tugas Kecamatan Prigen yang juga Camat Prigen Tri Krisni Astutik pun meminta masyarakat tidak panik atau takut. Sebab, masyarakat masih bisa mendapat pelayanan kesehatan di pustu sekitar. Di antaranya, Pustu Desa Watuagung, Jatiarjo, dan Sukolelo di Kecamatan Prigen.
“Selain ke pustu terdekat, masyarakat juga bisa langsung ke Puskesmas Prigen. Tinggal pilih saja,” ujarnya.
Pengalihan pelayanan ini, menurutnya, sudah dikoordinasikan dengan pemdes di wilayah timur Kecamatan Prigen. Baik melalui kades, juga bidan desa. Termasuk berkoordinasi dengan Puskesmas Prigen, serta pustu-pustu di wilayah timur Kecamatan Prigen.
“Kami sudah koordinasi. Pelayanan masyarakat tetap jalan selama Puskesmas Bulukandang tutup,” ungkapnya. (zal/hn) Editor : Jawanto Arifin