Pembangunan jembatan ini dinilai cukup urgent. Karena, menjadi penghubung antara Dusun Guwo dengan Dusun Dinoyo, Desa Sekarjoho. Dengan terputusnya jembatan ini, akses transportasi antara dua dusun itu tersendat.
“Jembatan yang ambruk mulai dibangun kembali. Sudah berjalan dua pekan terakhir. Dalam waktu satu bulan targetnya harus tuntas,” ujar pelaksana proyek dari CV Raharja Jaya Sentosa, Anas.
Anas mengatakan, jembatan ini akan dibangun dengan panjang 12 meter dan lebar 5 meter. Meski baru berjalan dua pekan, sampai kemarin pembangunannya sudah mencapai sekitar 60 persen.
Pembangunan jembatan ini dianggarkan sekitar Rp 600 juta dari bantuan tidak terduga (BTT) Kabupaten Pasuruan. “Di lapangan saat ini tinggal pasang baja WF. Setelah itu, tahap akhir hingga tuntas 100 persen kami tempuh dalam dua pekan ke depan,” ujar Anas.
Dibangunnya kembali jembatan ini disambut positif dari warga. Mereka berharap pembangunannya segera selesai, sehingga dapat kembali dilintasi. “Warga dan kami di pemdes (pemerintah desa) pastinya senang sekali. Kalau sudah tuntas mobil dan truk tidak memutar lagi, seperti sekarang pascaambruk,” ujar Perangkat Desa Sekarjoho, Arifin.
Diketahui, banjir di Kepulungan, Gempol, Rabu (3/2) lalu, membuat jembatan di Dusun Guwo, Desa Sekarjoho, Kecamatan Prigen, ambruk. Jembatan ini merupakan akses utama menghubungkan antara Dusun Guwo dengan Dinoyo, Desa Sekarjoho. Dengan putusnya jembatan ini, pengendara yang melintas dari dua dusun ini terpaksa harus memutar via Dusun Sekarjoho. Kini, Jembatan Guwo, mulai dibangun kembali. (zal/rud) Editor : Jawanto Arifin