Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Dua Plengsengan Tepi Jalan di Wonosari Tutur Longsor usai Hujan Deras

Jawanto Arifin • Selasa, 16 Maret 2021 | 12:19 WIB
MEMBAHAYAKAN: Plengsengan di tepi jalan Dusun Wonosari Barat, Desa Wonosari, Kecamatan Tutur yang longsor. (Foto: Rizal F. Syatori/Jawa Pos Radar Bromo)
MEMBAHAYAKAN: Plengsengan di tepi jalan Dusun Wonosari Barat, Desa Wonosari, Kecamatan Tutur yang longsor. (Foto: Rizal F. Syatori/Jawa Pos Radar Bromo)
TUTUR, Radar Bromo - Hujan lebat yang turun Minggu (14/3) tidak hanya membuat Jembatan Ngipik di gempol ambruk. Hujan lebat yang juga turun hari itu di Kecamatan Tutur, membuat plengsengan tepi jalan longsor.

Plengsengan yang longsor ada di dua lokasi. Yakni di tepi jalan provinsi di Dusun Mesagi dan di tepi jalan kabupaten di Dusun Wonosari Barat. Keduanya berada di Desa Wonosari, Kecamatan Tutur.

“Dua plengsengan tepi jalan longsor di waktu hampir bersamaan. Terjadinya sore di dua dusun berbeda. Tapi, desanya sama,” ucap Camat Tutur Nur Sobih.

Awalnya, longsor terjadi di plengsengan tepi jalan yang ada di Wonosari Barat. Tingginya 15 meter, panjangnya 5 meter dan lebarnya 1 meter.

“Ini masuk jalan kabupaten. Karena itu segera akan disurvei dan diasesmen oleh BPBD Kabupaten Pasuruan bersama dinas teknis,” terangnya.

Photo
Photo
AKIBAT HUJAN: Plengsengan di Dusun Mesagi, Desa Wonosari yang longsor ini terjadi usai hujan deras, Minggu (14/3) lalu. (Foto: Rizal F. Syatori/Jawa Pos Radar Bromo)

Sedangkan plengsengan tepi jalan yang longsor di Dusun Mesagi tingginya 4 meter, lebar 5 meter, dan panjangnya 4,5 meter. Lokasi ini termasuk jalan provinsi.

“Longsor yang terjadi di dua titik sudah kami laporkan ke sejumlah instansi terkait. Mulai BPBD dan Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Kabupaten Pasuruan. Juga Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Provinsi Jatim,” tuturnya.

Suparman, staf dari Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Provinsi Jatim menjelaskan, plengsengan tepi jalan yang longsor di Dusun Mesagi adalah pertemuan bangunan lama dan baru. Bangunan baru dikerjakan tahun 2020 dari dana APBN.

“Plengsengan tepi jalan longsor karena tergerus air. Biar tidak semakin luas, bagian yang longsor diuruk. Lalu dilanjutkan dengan perbaikan permanen oleh pelaksana. Sebab, bangunan itu masih dalam masa pemeliharaan,” ujarnya.

Agar tidak membahayakan pengguna jalan, di dua lokasi longsor dipasang police line dan penanda lain oleh Polsek Nongkojajar. Sehingga, pengguna jalan bisa hati-hati.

“Karena yang longsor plengsengan tepi jalan, Minggu sore jelang petang langsung kami pasang police line dan penanda. Biar tidak membahayakan pengguna jalan yang melintas,” cetus Wakapolsek Nongkojajar Iptu Jemari. (zal/fun) Editor : Jawanto Arifin
#jalan wonosari longsor #bpbd kabupaten pasuruan #longsor tutur