Plengsengan yang longsor ada di dua lokasi. Yakni di tepi jalan provinsi di Dusun Mesagi dan di tepi jalan kabupaten di Dusun Wonosari Barat. Keduanya berada di Desa Wonosari, Kecamatan Tutur.
“Dua plengsengan tepi jalan longsor di waktu hampir bersamaan. Terjadinya sore di dua dusun berbeda. Tapi, desanya sama,” ucap Camat Tutur Nur Sobih.
Awalnya, longsor terjadi di plengsengan tepi jalan yang ada di Wonosari Barat. Tingginya 15 meter, panjangnya 5 meter dan lebarnya 1 meter.
“Ini masuk jalan kabupaten. Karena itu segera akan disurvei dan diasesmen oleh BPBD Kabupaten Pasuruan bersama dinas teknis,” terangnya.
Sedangkan plengsengan tepi jalan yang longsor di Dusun Mesagi tingginya 4 meter, lebar 5 meter, dan panjangnya 4,5 meter. Lokasi ini termasuk jalan provinsi.
“Longsor yang terjadi di dua titik sudah kami laporkan ke sejumlah instansi terkait. Mulai BPBD dan Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Kabupaten Pasuruan. Juga Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Provinsi Jatim,” tuturnya.
Suparman, staf dari Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Provinsi Jatim menjelaskan, plengsengan tepi jalan yang longsor di Dusun Mesagi adalah pertemuan bangunan lama dan baru. Bangunan baru dikerjakan tahun 2020 dari dana APBN.
“Plengsengan tepi jalan longsor karena tergerus air. Biar tidak semakin luas, bagian yang longsor diuruk. Lalu dilanjutkan dengan perbaikan permanen oleh pelaksana. Sebab, bangunan itu masih dalam masa pemeliharaan,” ujarnya.
Agar tidak membahayakan pengguna jalan, di dua lokasi longsor dipasang police line dan penanda lain oleh Polsek Nongkojajar. Sehingga, pengguna jalan bisa hati-hati.
“Karena yang longsor plengsengan tepi jalan, Minggu sore jelang petang langsung kami pasang police line dan penanda. Biar tidak membahayakan pengguna jalan yang melintas,” cetus Wakapolsek Nongkojajar Iptu Jemari. (zal/fun) Editor : Jawanto Arifin