Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Jembatan di Sumbersuko Gempol Ambruk, Penyebabnya Ini

Jawanto Arifin • Senin, 15 Maret 2021 | 15:05 WIB
25 METER: Jembatan di Sumbersuko yang ambruk. Jembatan ini patah di tiga titik. (Foto: Rizal F. Syatori/Jawa Pos Radar Bromo)
25 METER: Jembatan di Sumbersuko yang ambruk. Jembatan ini patah di tiga titik. (Foto: Rizal F. Syatori/Jawa Pos Radar Bromo)
GEMPOL, Radar Bromo - Jembatan Ngipik di Dusun Ngipik, Desa Sumbersuko, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, tiba-tiba ambruk, Minggu (14/3). Jembatan itu patah di tiga titik.

Kades Sumbersuko Saiful Ma’arif menjelaskan, jembatan ambruk saat wilayah Sumbersuko diguyur hujan lebat. Beberapa saat hujan volume air sungai yang melintas di bawah jembatan pun meninggi. Lalu tiba-tiba, jembatan pun patah dan ambruk, pukul 15.30.

“Volume air sungai tinggi, juga turun hujan. Tiba-tiba jembatannya ambruk. Untung saat ambruk tidak ada kendaraan yang melintas. Jadi tidak ada korban,” ungkap Saiful.

Saiful menjelaskan, Jembatan Ngipik ini memiliki panjang jembatan 25 meter dan lebar 4 meter. Jembatan ini merupakan jalan penghubung antara Desa Sumbersuko di Kecamatan Gempol dengan Desa Tawangrejo di Kecamatan Pandaan. Karena itu, keberadaan jembatan ini sangat penting.

Jembatan itu sendiri patah di tiga titik. Dua titik yang patah masing-masing di bibir jembatan. Yaitu, jalan dari arah Sumbersuko, maupun dari arah Tawangrejo. Lalu, titik ketiga yang patah tepat di bagian tengah jembatan.

Photo
Photo
AKSES WARGA: Sebelum ambruk, volume sungai tinggi dan diduga menjadi penyebab. (Foto: Rizal F. Syatori/Jawa Pos Radar Bromo)

Sebelum kejadian ini, menurut Kades Saiful, warga dan Pemdes Sumbersuko memang mengkhawatirkan kondisi jembatan. Sebab, selama ini fondasi tiang penyangga jembatan yang ada di tengah bolong tergerus air.

Kondisi ini diketahui sejak awal Februari. Saat itu Pemdes Sumbersuko telah melaporkan hal tersebut ke BPBD Kabupaten Pasuruan.

Sejak saat itu juga, Pemdes Sumbersuko melarang mobil dan truk melintasi jembatan itu. Mobil dan truk harus memutar via lewat jalan lain. Hanya pejalan kaki dan pengendara motor yang boleh lewat di sana.

“Sebelumnya fondasi tiang penyangga jembatan yang ada di tengah memang kerowak. Dan sekarang ini puncaknya. Jembatan akhirnya roboh,” tegasnya.

Pihaknya pun berharap jembatan itu diperbaiki secara permanen dengan fondasi yang lebih kuat. Bahkan, harapannya jembatan diperbaiki tahun ini juga.

“Harapan kami jembatan ini diperbaiki secara permanen dan lebih kuat. Tentunya diperbaiki tahun ini juga,” ujarnya.

Plt Kepala BPBD Kabupaten Pasuruan Ridwan Harris menjelaskan, pihaknya sudah mengetahui fondasi tiang penyangga jembatan yang rusak tergerus air. Menurutnya, timnya dari BPBD dan dinas teknis sudah turun ke lapangan untuk survei, beberapa waktu lalu.

“Tim kami juga sudah turun ke lapangan setelah jembatan roboh. Sejauh ini tim sedang melakukan proses asesmen,” terangnya.

Ridwan pun menurutkan, akan dilakukan perbaikan permanen pada jembatan yang ambruk. “Kami upayakan jembatan diperbaiki permanen. Anggarannya bisa diupayakan dari APBD melalui Bantuan Tidak Terduga (BTT) atau APBN lewat hibah atau Dana Siap Pakai (DSP),” jelasnya. (zal/fun) Editor : Jawanto Arifin
#jembatan sumbersuko ambruk #kabupaten pasuruan #banjir pasuruan 2021 #jembatan rusak