“Ada sekitar sebulan terakhir pelican crossing-nya padam, penyebabnya kami kurang tahu. Jadinya para pejalan kaki yang mau nyeberang lumayan kerepotan saat arus lalin pas ramai,” ucap Jupri, warga Lingkungan Jogonalan, Kelurahan Jogosari.
Karena sudah lama padam, ia dan pengguna jalan lainnya, khususnya para pejalan kaki berharap segera diperbaiki. “Agar bisa dimanfaatkan kembali oleh warga, memudahkan saat nyeberang,” ujarnya.
Pelican crossing adalah singkatan dari pedestrian light controlled crossing. Secara sederhana pelican crossing adalah zebra cross yang dilengkapi dengan alat kontrol lampu pengatur lalu lintas di tempat penyeberangan jalan. Sama seperti zebra cross, pelican crossing juga dilengkapi dengan tanda garis-garis putih di aspal.
Perbedaan pelican crossing dengan zebra cross terletak pada alat pengatur lalu lintas. Teorinya pejalan kaki bakal lebih bebas menyeberang karena kendaraan berhenti. Selain lampu, pelican crossing juga dilengkapi dengan speaker.
Bila pejalan kaki tak menekan tombol, maka pelican crossing berwarna hijau dan kendaraan bebas melintas. Sebaliknya, ketika pejalan kaki hendak menyeberang dan menekan tombol pelican crossing, maka beberapa detik kemudian warna akan berganti merah.
Terkait ini, mendapat tanggapan dari Dishub Kabupaten Pasuruan. “Pelican crossing-nya beberapa waktu lalu memang rusak. Ada komponen yang perlu diganti. Sekarang dalam proses perbaikan,” ujar Koordinator Teknisi Jaringan Prasarana dan Transportasi Jalan Dishub Kabupaten Pasuruan Sugianto. (zal/rud/fun) Editor : Jawanto Arifin