------------------
GOA Jepang berada di Dusun Ngelawang, Desa Watukosek, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan. Meski terletak di kaki Gunung Perahu, namun lokasinya mudah dijangkau. Sebab, ada di pinggir jalan raya Pasuruan-Mojokerto.
Tak tanggung-tanggung, dalam satu kawasan, terdapat 12 goa. Bentuknya seperti lorong atau seperti bungker. Dengan dinding berupa batu bata.
Namun, saat ini hanya beberapa goa saja yang bisa diakses untuk masuk ke dalam. “Goa ini keberadaannya sudah lama diketahui warga di desa kami. Dulunya pernah ditempati tentara Jepang, saat menjajah negeri ini. Sehingga warga menamainya dengan Goa Jepang,” kata Kades Watukosek Maskur.
Pihak pemerintah desa pun disebutkan Maskur bakal lebih mengoptimalkan keberadaannya, untuk menarik pengunjung. “Kedepan pemdes berencana memfungsikan kembali sebagai destinasi wisata sejarah dan cagar budaya. Kami membentuk pokdarwis, sekaligus koordinasi bareng Disparbud Kabupaten Pasuruan dan instansi lainnya,” bebernya.
November lalu, selama 10 hari tim Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jatim melakukan proses ekskavasi di kawasan setempat. Dari proses ekskavasi itu, tim menemukan delapan proyektil. Kemudian dudukan engsel dan pintu bermotif bunga yang terbuat dari besi tempa. Juga fragmen batu bata lama, berukuran besar.
Baca Juga: Giliran Temukan Besi Bermotif Bunga di Goa Jepang
Selain itu, tim juga mencocokan dengan literasi sejarah yang ada di sekitaran Kecamatan Gempol. Utamanya Desa Watukosek. “Goa ini merupakan bangunan cagar budaya, layak sebagai destinasi wisata sejarah. Dulunya difungsikan untuk penyimpanan logistik, juga pertahanan,” jelas arkeolog dari BPCB Jatim Vidi Susanto.
Menurutnya, Goa Jepang di Desa Watukosek ini cukup unik. “Kesimpulan sementara proses eskavasi kemarin, ditandai dengan beberapa temuan benda. Juga kajian peninjauan di 2018 lalu. Goa ini dibangun akhir abad 19, oleh kolonial Belanda. Kemudian pernah ditempati tentara Jepang, sempat diperbaiki oleh pekerja romusa dari Kediri,” beber Vidi.
Sementara itu, pasca tuntasnya proses ekskavasi, Pemkab Pasuruan melalui Disbudpar Kabupaten Pasuruan, tahun depan akan mendaftarkan Goa Jepang sebagai Cagar Budaya. “Pemerintah daerah kedepannya akan menjadikan Goa Jepang ini menjadi tempat wisata sejarah. Tinggal mendaftarkan ke tim ahli cagar budaya. Kami agendakan tahun depan,” terang kasi purbakala dan sejarah Disbudpar Kabupaten Pasuruan Ika Ratnawati.
Untuk pengelolaan di lapangan, akan bekerja sama dengan pemdes setempat melalui pokdarwis. (zal/mie) Editor : Jawanto Arifin