Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Retribusi Gempol Plaza Dianggap Pedagang Terlalu Mahal

Jawanto Arifin • Kamis, 10 September 2020 | 17:21 WIB
Photo
Photo
GEMPOL, Radar Bromo - Tak hanya sepinya pembeli, banyak permasalahan yang dikeluhkan sejumlah pedagang yang selama ini tak beroperasi di Gempol Plaza. Meski sudah disipakan kios yang cukup layak, mereka mengeluh retribusinya terlalu mahal.

Mahalnya retribusi yang harus dibayar setiap bulan itu semakin berat ketika pengunjung dan pembelinya sepi. Bahkan meskii beroperasi setiap hari, barang dagangan mereka jarang laku.

“Selain sewa per tahun, kami juga diwajibkan membayar retribusi kios yang dibayarkan setiap bulan. Besarannya Rp 61.000. Ini kami anggap terlalu mahal dan memberatkan,” ujar salah seorang pedagang di Gempol Plaza dan menolak disebutkan namanya.

Photo
Photo
TAMPAK MEGAH: Suasana di Gempol Plaza, Kabupaten Pasuruan, yang nampak lengang. Sejauh ini masih banyak kios di Gempol Plaza yang sepi. (Foto: Rizal Fahmi Syatori/Jawa Pos Radar Bromo)

 

Agar tidak memberatkan pedagang, apalagi pembeli masih sangat minim, pihaknya berharap besaran retribusi bulanan itu dikurangi. “Belum bayar listriknya, Juga transport berangkat dan pulang. Di kios juga jarang sekali laku dagangannya. Retribusinya harus diturunkan,” ujarnya.

Mendapati keluhan itu, Kepala Pasar Gempol Zainul mengatakan, pedagang yang menempati kios diwajibkan membayar sewa kios Rp 138.200 per tahun. Serta, ada tanggungan lain berupa retribusi kios Rp 61.000 per bulan.

Ia mengaku terkait uang sewa dan retribusi, pihaknya hanya menjalankan tugas. Semua itu sudah diatur dalam Perda Nomor 7/2012. “Baik sewa dan retribusi, keduanya adalah pendapatan asli daerah dan masuk ke kas daerah. Sejauh ini nominalnya masih tetap, belum ada perubahan. Untuk menurunkannya bukan kewenangan kami,” ujarnya. (zal/rud/fun) Editor : Jawanto Arifin
#gempol plaza #gempol plaza sepi #pasar daerah kabupaten pasuruan