Saat petugas mendatangi truk boks bernopol R 1928 FA itu untuk meminta dipindah lokasinya, petugas Pertamina mendapati ada sopir di dalamnya. Sang sopir dalam kondisi tidur telungkup di jok, memakai kaus warna merah lengan panjang dan celana jins hitam. Posisi jendela juga tak tertutup rapat karena dibiarkan sedikit terbuka di pintu sisi kanan.
“Tadi ada truk milik Pertamina mau isi BBM. Truk boksnya posisi parkir sisi sebelah selatan SPBU menghadap ke jalan. Saya ketuk pintu dan menggoyangnya hingga beberapa kali tidak ada respons. Saat kami intip, posisinya (sopir) tidur telungkup. Diketok-ketok tak kunjung bangun, ternyata sudah meninggal di dalam,” jelas Ahmad Fahrudin, 41, saksi mata sekaligus koordinator waker di SPBU setempat.
“Truk boksnya ini sudah parkir di SPBU mulai Senin malam (6/7) sekitar pukul 19.00. Sopirnya berada di dalam dan tak sempat keluar. Kami anggap sopirnya istirahat. Petugas SPBU sini tak menaruh rasa curiga sama sekali,” tutur Fahrudin.
Petugas pun langsung menghubungi Polsek Purwosari. Tak berselang lama, petugas datang untuk mengevakuasinya. Petugas pun membuka pintu truk dengan cara manual menggunakan penggaris besi panjang.
Begitu dibuka, jenazah korban sudah menimbulkan bau tak sedap. Diduga korban sudah meninggal beberapa jam sebelum ditemukan. Saat itu diketahui identitas pria tersebut bernama Djoko Adji Guritno, 45, asal Desa Kupang, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang, Jateng.
Proses evakuasi korban sendiri dilakukan dengan petugas mengenakan alat pelindung diri (APD) lengkap. Petugas juga menyemprot sekitar truk dengan disinfektan.
“Berhubung sekarang pandemi korona, proses olah TKP dan evakuasi korban tetap dengan protokol kesehatan. Ini demi kebaikan bersama, antisipasi hal-hal yang tak diinginkan,” ujar Kapolsek Purwosari AKP Safiudin.
Sekitar pukul 09.00, proses olah TKP tuntas dilakukan. “Pada jenazah korban tidak ditemukan tanda-tanda bekas penganiayaan. Barang-barang berharga milik korban juga masih utuh. Sementara muatan truk kosong. Penyebab kematiannya, diduga kuat karena sakit,” tutur perwira polisi dengan tiga setrip di pundaknya itu. (zal/mie) Editor : Jawanto Arifin