Manajemen PT CS2 Pola Sehat Kusuma membenarkan kondisi itu. Menurutnya, ratusan karyawan itu terpaksa diliburkan. Sebab, perusahaan harus mematuhi lima poin yang disepakati antara warga dan perusahaan saat demo pada Senin (7/10).
Salah satu poin yang disepakati yaitu melarang perusahaan membuang limbah cair melalui Sungai Tanggul, Desa Baujeng yang menyebabkan kotor, bau, dan rasa terhitung sejak surat kesepakatan ini ditandatangani. Mulai PT Inaco Jelly, Setia Pesona Cipta (pabrik kopi susu), Behaestex, PT CS2 Pola Sehat, dan perusahaan lain di sepanjang Kali Wangi.
Lalu, ada juga kesepakatan yang dikhususkan untuk PT CS2 Pola Sehat. Yaitu, PT CS2 Pola Sehat selama satu bulan terhitung sejak surat kesepakatan ini ditandatangani, tidak boleh membuang limbah cair ke sungai Tanggul, Desa Baujeng
“Masalahnya kan tidak boleh membuang limbah cair ke Kali Wangi. Padahal, sudah diproses melalui Waste Water Treatment Plant (WWTP). Di mana izin IPLC-nya menyebutkan pembuangan limbah cair hasil akhir proses IPAL dialirkan ke Kali Wangi,” ujarnya.
Karena kesepakatan itu, menurut Kusuma, perusahaan lantas tidak memproduksi teh kemasan yang selama ini dilakukan. Perusahaan hanya memproduksi air mineral dalam kemasan.
Akhirnya, ratusan karyawan harian lepas tersebut diliburkan. Sebab, proses produksi tidak bisa dilakukan maksimal. Sementara untuk karyawan kontrak dan tetap, masuk normal. Mereka membersihkan mesin-mesin, juga memproduksi air mineral dalam kemasan dengan mengoperasikan beberapa mesin saja.
Kusuma sendiri tidak bisa menjawab, sampai kapan ratusan karyawan harian lepas itu diliburkan. “Belum tahu, sampai nunggu keputusan dari manajemen,” katanya.
Sementara itu, Fathur, 42, warga Desa Kemirisewu, Kecamatan Pandaan menyayangkan tuduhan bahwa PT CS2 Pola Sehat membuang limbah cair yang mencemari Kali Wangi. “Pabrik sudah tidak produksi teh, hanya air mineral saja. Tidak ada limbah cair dari pabrik yang dibuang ke Kali Wangi. Nyatanya air sungai masih tetap bau, berbusa, dan tercemar,” ujarnya.
Bersamaan dengan diliburkannya ratusan karyawan harian lepas di PT CS2 Pola Sehat, warga di sekitar lokasi pabrik pun mengeluh. Khususnya di Dusun Keceling, Desa Kemirisewu, Kecamatan Pandaan, tempat pabrik operasi.
Karena ratusan karyawan harian lepas diliburkan sementara, pendapatan mereka menjadi berkurang drastis. Sebab, selama ini warga di dusun setempat menggantungkan dari warung makanan dan minuman, indekos, parkiran atau penitipan motor dari karyawan.
“Kalau kondisinya seperti ini, kami juga dilema dan dirugikan. Karena penghasilan dari usaha warung berkurang drastis. Warga lain di dusun kami juga merasakan hal yang sama,” jelasnya. (zal/hn) Editor : Jawanto Arifin