Kebakaran itu terjadi Sabtu (28/9), pukul 09.00. Rumah yang ada di lingkungan Dukuh itu milik H Sugiyan. Namun, selama dikontrakkan pada Purwanto, 50, warga setempat.
H Sugiyan pemilik rumah, yang kali pertama melihat kobaran api dari sebuah kamar di rumah tersebut. Hembusan angin membuat api cepat membesar dan menjalar ke atap rumah.
Sugiyan pun panik. Dia lantas berteriak minta tolong. Tak berselang lama, puluhan warga mendatangi lokasi. Mereka langsung memadamkan api beramai-ramai.
Proses pemadaman dilakukan dengan alat seadanya. Warga bergantian mengambil air dari sumur, maupun rumah masing-masing. Lantas menyiramkan air ke arah api.
Namun, api yang terus mengepul di atap rumah sempat membuat warga kesulitan. Untuk memudahkan pemadaman, warga pun naik tangga. Mereka lalu memadamkan api yang membakar atap rumah dengan selang.
"Kebakaran dapat dipadamkan sekitar pukul 09.45. Warga memadamkannya secara manual dengan bergotong-royong menggunakan air sumur," ujar Kapolsek Pandaan, AKP Jaka Winarno.
Akibat kebakaran itu, kondisi atap rumah nyaris tak tersisa. Polisi juga menggelar olah TKP serta meminta keterangan sejumlah saksi, saat itu juga. Dari sana diketahui, kerugian material ditaksir mencapai Rp 75 juta.
"Penyebab kebakaran bukan karena korsleting listrik, tapi diduga kuat berasal dari obat nyamuk bakar. Akhirnya membakar kasur dan menjalar ke seluruh rumah," pungkas Jaka. (tom/hn) Editor : Jawanto Arifin