Normalisasi ini akan dilakukan karena selama ini sering meluber ke jalan. Karenanya, sejumlah bangunan milik PKL yang berdiri di atas saluran ini ditertibkan. Namun, kini banyak lagi PKL yang mendirikan lapak di sana.
“Pelaksanaan normalisasi saluran Mojokopek harus mundur lagi. Maunya akan kami kerjakan, tapi ternyata masih ada lapak PKL berdiri, berupa deretan bangunan semipermanen,” ujar Kabid Bina Manfaat Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air dan Tata Ruang Kabupaten Pasuruan Chofidon.
Karena banyaknya lapak PKL yang kembali berdiri di atas saluran Mojokopek, pihaknya masih akan berkoordinasi dengan Muspika Kecamatan Gempol. Harapannya, di sepanjang saluran itu bersih dari lapak PKL. Kecuali bangunan berupa akses keluar-masuk jalan kampung dan pabrik. “Dalam waktu dekat akan kami layangkan peringatan ke tiga bagi PKL yang lapaknya berdiri di atas saluran Mojokopek. Sebelumnya, sudah peringatan pertama dan kedua,” ujarnya. (zal/rud/fun) Editor : Jawanto Arifin