Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Hewan Ternak yang Mati di Tutur Diduga Diserang Kawanan Anjing Liar

Jawanto Arifin • Kamis, 24 Januari 2019 | 17:00 WIB
Photo
Photo
TUTUR - Matinya delapan ekor kambing milik peternak di Desa Kayukebek, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan, memang mengusik ketenangan warga. Insiden ini membuat Polsek Nongkojajar turun tangan.

Photo
Photo
SERANGAN ANJING: Dari hasil olah TKP, kambing yang mati milik Saruwi (inset) diduga akibat serangan kawanan anjing liar. (Polsek Nongkojajar for Jawa Pos Radar Bromo)

Rabu (23/1), petugas dari Polsek Nongkojajar, mendatangi kembali kandang Milik Saruwi, 50. Di kandang yang lokasinya berada di lahan kebun apel dan jauh dari pemukiman warga tersebut, polisi menggelar olah TKP.

Petugas kepolisian tak sendirian. Beberapa perangkat desa, juga ikut serta. Petugas sebelumnya harus menempuh perjalanan dengan jalan kaki sekitar 1,5 kilometer. Begitu tiba, petugas langsung melakukan lidik dilapangan. Mulai dari memeriksa kondisi kandang juga lainnya.

“Kandangnya terbuat dari bambu dan bagian belakangnya ada yang jebol. Juga temukan ada jejak kaki hewan seperti anjing di sekitar lokasi. Bisa kami simpulkan tewasnya kambing tersebut diterkam kawanan anjing liar,” terang Kapolsek Nongkojajar AKP Akhmad Sukiyanto.

Dugaan adanya serangan anjing ini, kata kapolsek, juga disesuaikan dengan luka pada kambing yang tewas. Yakni mengalami robek pada sejumlah badannya.

Dismping itu, warga dusun setempat yang lokasinya dekat dengan hutan dan saat berkebun, beberapa kali melihat ada kawanan anjing berlalu lalang. Namun anjing-anjing itu memilih kabur, saat berpapasan dengan orang.

“Hasil lidik ini sudah kami sampaikan ke pemilik kambing, juga warga lainnya. Ternyata warga sudah mengerti dan telah menduganya usai kejadian tersebut,” bebernya.

Agar kasus serupa tak terulang kembali, pihaknya mengimbau warga. Khususnya pemilik hewan ternak yang lokasi kandangnya jauh dari permukiman, sebaiknya menutup rapat kandangnya. Jangan sampai ada lubang yang bisa di masuki hewan buas.

“Lebih baik di pindah ke tempat yang lebih aman, yang pantauannya mudah. Bisa ditaruh pekarangan dekat rumah, ini cara yang baik untuk menghindari serangan serupa,” cetusnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, warga di Dusun Taman, Desa Kayukebek, Kecamatan Tutur, dibuat gempar, Senin (21/1) silam. Ini setelah ada delapan ekor kambing milik Saruwi, yang tewas dengan kondisi mengenaskan. Ke delapan ekor kambing itu, seperti habis digigit hewan buas. (zal/fun) Editor : Jawanto Arifin
#hewan ternak mati #teror hewan buas tutur #kambing mati digigit