Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Budi Daya Pohon Durian Montong yang Banyak Dirintis Warga Desa Durensewu

Jawanto Arifin • Kamis, 17 Januari 2019 | 17:00 WIB
Photo
Photo
Sejak lima tahun terakhir, banyak warga Desa Durensewu di Kecamatan Pandaan yang mulai membudi dayakan tanaman durian. Kini budi daya yang juga didukung pemdes setempat itu, sudah mulai menghasilkan.

RIZAL FAHMI SYATORI, Pandaan

Potensi di Desa Durensewu sejatinya lebih banyak pada sektor pertanian. Komoditas utamanya yang menjadi tanaman favorit warga adalah padi. Tapi bukan berarti desa ini tak melirik potensi lain. Kurun waktu beberapa tahun terakhir, warga desa ada yang mencoba membudi dayakan pohon durian.

Budi daya ini rupanya banyak dirintis. Ini ditandai dengan banyaknya pohon durian yang ditanam warga, baik itu di lahan kebun atau pekarangan. Dan tepat mulai bulan ini, sebagian pohon durian milik warga di desa setempat mulai berbuah. Bahkan sudah siap dipanen.

“Sejarahnya dulu di desa kami banyak terdapat pohon durian. Maka tak heran jika kemudian kembali dirintis oleh warga. Ternyata, hasilnya tumbuh subur dan berbuah. Cocok dengan tanah dan suhu udaranya,” beber Kades Durensewu Sugeng Santoso.

Dari tujuh dusun yang ada, penyebaran tanaman ini keberadaannya masih di tiga dusun. Diantaranya Durensewu, Genengan dan Klagen. Masing-masing warga yang menanam pohon ini, tidak di lahan sawah. Untuk jumlah pohon durian, sejauh ini di lapangan masih berkisar 200 an pohon.

“Karena hasilnya nyata dan sudah terlihat, warga semakin antusias menanamnya. Untuk bibitnya diupayakan pemdes, berharap dari jumlah yang ada akan bertambah lebih banyak. Kedepan jadi ikon desa, sesuai dengan nama desanya,” ucapnya.

Rata-rata, durian yang ditanam adalah jenis montong. Durian di Durensewu ini memiliki rasa yang khas, yakni manis dan ada sedikit pahitnya “Kemudian ukurannya besar, dan daging atau isinya pun besar.

“Pastinya soal rasa bisa diadu, tak kalah dengan daerah lainnya penghasil durian yang ada di kabupaten ini,” tuturnya.

Saat panen seperti sekarang hingga beberapa bulan kedepan, buahnya laku keras di pasaran. Dijual tak sampai keluar desa, sebaliknya didalam desa setempat saja. Seperti pemandian kolam renang Tlogosewu, warung Bu Is, Mang Engking dan tempat kuliner lainnya.

“Karena masih proses merintis, memang belum maksimal. Ini menjadi atensi kami di pemdes, diantaranya gandeng instansi terkait di Pemkab Pasuruan untuk pembinaan dan penyuluhannya serta bantu pemasaran saat panen,” tukasnya.

Salah satu pengunjung pemandian kolam renang Tlogosewu di Desa Durensewu. Heru asal Surabaya, ditemui media ini mengaku puas dan lega saat menikmati durian setempat. “Rasanya enak, isinya gede dan banyak. Harganya terjangkau tak terlalu mahal,” ungkapnya. (fun) Editor : Jawanto Arifin
#desa durensewu #tlogo sewu #kecamatan pandaan