Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Dari Limbah Palet, Ade Sandra Fahrizal Rubah Jadi Kerajinan yang Menghasilkan Rupiah

Jawanto Arifin • Senin, 14 Januari 2019 | 18:20 WIB
Photo
Photo
Berkat ketekunan dan kemampuannya, palet bekas sudah tidak terpakai lagi diolah kembali menjadi barang berharga. Limbah itu akhirnya memiliki manfaat. Begitulah hasil kreasi yang dibuat Ade Sandra Fahrizal.

RIZAL FAHMI SYATORI, Prigen

Sebuah rumah di Dusun Kandangan Krajan, Desa Bulukandang, Kecamatan Prigen, tampak lengang. Tapi, tidak di dalamnya yang menampakkan aktivitas dari pemiliknya. Di rumah itulah Ade Sandra Fahrizal, 30, tinggal.

Photo
Photo
BUATAN TANGAN: Ade Sandra membuat kerajinannya dengan cara manual. (Rizal F. Syatori/Jawa Pos Radar Bromo)

Saat Jawa Pos Radar Bromo masuk ke sana, orang pasti sepakat jika mengatakan si pemilik rumah adalah orang yang kreatif. Ini, lantaran banyak barang kerajinan yang terpajang di sana.

Kerajinan itu mulai berupa pigura, tempat mug atau gelas, serta lainnya. Semua kerajinan itu berbahan kayu dan terpajang rapi. Itu semua adalah buatan tangan dari Ade Sandra Fahrizal.

Aneka kerajinan tersebut merupakan hasil karyanya dan sengaja ia buat untuk mempercantik ruang tamu rumahnya. Jumlahnya ada banyak. Itu, belum termasuk yang diproduksinya namun sudah laku terjual.

“Produk kerajinan tersebut saya buat dari bahan baku palet bekas. Dibentuk dan dikerjakan di rumah dari barang mentah hingga jadi, dibantu satu orang pekerja,” beber bapak dua orang anak ini membuka percakapan.

Sejatinya, bukan hanya kerajinan berupa aksesori saja yang dia buat. Dia juga mampu membuat barang furnitur seperti dipan, lemari, meja, kursi, dan rak. Semuanya terbuat dari palet bekas.

Jika dilihat hasil produknya yang dibuat dan sudah jadi, bentuk serat kayunya terlihat bagus sekali. Meski dari bahan bekas, Ade tak sembarangan memakai palet. Palet-palet itu dari jenis kayu jati Belanda. Palet jati Belanda itu dia beli dari pabrik yang berada di sekitaran Prigen.

“Karena seratnya unik, kuat, dan mudah dibentuk. Maka sengaja saya pilih palet dari kayu jati Belanda. Harganya murah serta terjangkau, cari dan belinya tak susah,” tutur suami Uliyah Indah Khasanah itu.

Profesinya sebagia perajin limbah palet menjadi aneka kerajinan dan furnitur ini, berlangsung belum terlalu lama. Bahkan, dia baru memulainya akhir 2017 lalu, setelah dia memutuskan berhenti bekerja di pabrik.

Akhirnya pilih menjadi wiraswasta dan melirik usaha ini. Modal nekat dan pas–pasan, kini berkembang dan tetap eksis sampai dengan sekarang.

“Tidak ada yang ngajari saya ataupun kursus khusus. Belajar secara otodidak, berangkat dari hobi utak-atik. Alhamdulillah, ternyata bisa dan menghasilkan, kini bisa menjadi pekerjaan utama,” ungkapnya.

Barang–barang tersebut semuanya dikerjakan di rumahnya, tepatnya di gudang sederhana di samping dan belakang rumahnya. Menggunakan peralatan sederhana, yakni pertukangan pada umumnya. Seperti bor, gergaji, gerinda, amplas, pahat, palu, dan masih banyak lainnya.

Barang-barang itu tak hanya dijualnya saja. Berkat hasil kreasinya yang unik, Ade acap kali sering diminta untuk mendesain dan membuat dekorasi rumah, bahkan kafe. Ini menjadi pemasukan tambahannya dan Ade begitu bersemangat untuk mengerjakannya.

“Tiap hari produksi, melayani orderan para pemesan atau konsumen dari luar via online maupun telepon. Dan, saya mengerjakan barang sesuai pesanan,” cetusnya.

Sejauh ini pemasarannya memang via online. Bisa lewat Instagram, Facebook, dan juga telepon. Pembelinya juga banyak, kebanyakan dari luar daerah, seperti Surabaya, Malang, Sidoarjo, Gresik, hingga beberapa kota di Kalimantan. Justru sekitaran Pasuruan, kabupaten dan kota juga ada, tapi tak terlalu banyak.

“Harganya terjangkau, semuanya tergantung pada ukuran dan tingkat kesulitan dalam pembuatannya. Hasil yang didapat lumayan untuk pemenuhan kebutuhan ekonomi keluarga. Jika ada sisa ya ditabung,” tukasnya.

Melalui usahanya ini, ke depannya ia bercita-cita ingin buka gerai atau outlet sendiri. Ade juga ingin kerajinannya bisa diproduksi masal layaknya pabrik atau minimal home industry. (fun) Editor : Jawanto Arifin
#handy craft #aksesoris dari limbah #home made #aksesoris keren #kayu palet #kerajinan tangan