Nilainya memang tak terlalu wah. Sedikitnya dana sebesar Rp 140 juta disiapkan, untuk pendukung kegiatan yang pernah vakum beberapa tahun tersebut. Anggaran itu nilainya stagnan.
“Festival ini meneruskan kegiatan di tahun–tahun sebelumnya. Digelar tanggal 15 hitungan kalender jawa saat malam hari, bersamaan bulan purnama,” terang Kabid Seni dan Budaya Disparbud Kabupaten Pasuruan Nurul Hudayati.
Pelaksanaannya sendiri, sepenuhnya dibiayai dari APBD tahun anggaran 2019. Nominal sebesar itu, diperuntukkan pembiayaan sarpras pendukung berupa pentas, sound dan lighting. Disamping itu juga untuk akomodasi dan transportasi talent, yang rencananya akan diisi tari-tarian, ludruk, lawak, reog, kuda lumping dan lain sebagainya.
“Talentnya diambilkan dari kesenian dan kebudayaan dari kecamatan–kecamatan yang ada di kabupaten ini. Tentunya sesuai jadwal dan bergilir,” katanya.
Saat ini, dilapangan Disparbud mulai menyusun jadwal, daftar talent dan asal kecamatannya. Juga sejumlah kebutuhan lainnya. Selain itu juga koordinasi dengan BPCB Jatim untuk tempat yang dipergunakan dalam pementasan atau pagelaran yang juga sering fisebut Festival Padang Bulan tersebut.
“Pelaksanannya sembilan kali, sama dengan tahun lalu. Tahun ini dimulai April mendatang sampai dengan Desember. Tujuannya untuk mengenalkan potensi kesenian dan kebudayaan, sekaligus promosi pariwisata,” tuturnya. (zal/fun) Editor : Fandi Armanto