Total ada 57 unit kios, sedangkan untuk losnya sebanyak 151 unit. Sehingga jika ditotal ada 208 unit.
Pantauan Jawa Pos Radar Bromo, Senin (7/1), sebagian kios sudah ditempati dan beroperasi. Yakni, di kios deretan depan dengan menghadap arah sebelah timur.
“Hanya kios depan saja yang sudah ditempati dan berjualan. Ada yang sudah menempati akhir Desember lalu, maupun dan awal bulan ini,” tutur Hasanudin, salah seorang pedagang yang menempati kios deretan depan.
Di kios baru yang ia tempati sekarang, menurutnya ukurannya tidak sebesar kios dulu ditempatinya. Baginya tak masalah, karena memang terkena regulasi dan masuk dalam revitalisasi.
“Kios dan losnya untuk saat ini pasca dibangun tampak lebih bersih, rapi dan tertata. Mudah-mudahan prospek pembeli dan geliat ekonominya tetap cerah kedepannya,” kata Udin sapaan akrabnya.
Untuk kios dan los dalam, masih kosong dan belum ditempati. Pada pintu akses masuknya juga terkunci dari luar. Pada los yang ada, nantinya zonasi peruntukkannya untuk jualan sayur, daging dan ikan segar. Sedangkan kiosnya bisa untuk jualan pakaian, gerabah atau barang pecah belah, peracangan dan lainnya.
“Los dan kios dalam calon pedagangnya saat ini proses pendataan sekaligus verifikasinya ditangani Disperindag Kabupaten Pasuruan. Targetnya sebelum akhir bulan ini sudah ditempati dan operasional,” kata kepala unit Pasar Sukorejo M. Hasyim. (zal/fun) Editor : Jawanto Arifin