“Sepengetahuan kami, lampu pelican crossing-nya ada sekitar sepekan terakhir padam. Sebelumnya selama ini berfungsi normal dan sangat membantu pejalan kaki menyeberang,” ucap Hudi, warga Kelurahan Jogosari.
Sarpras lalin untuk memudahkan pejalan kaki menyeberang tersebut dibangun pada 2016 lalu oleh Dishub Kabupaten Pasuruan dari APBD. Saat itu alokasinya cukup besar karena mencapai sekitar Rp 170 juta.
Padahal, sebelumnya, pelican crossing berfungsi mulai pagi. Bahkan, malam hari bisa di-setting flash atau menyala kuning saja.
Di sisi lain, Dinas Perhubungan menanggapi soal pelican crossing yang lama tak berungsi tersebut. “Saat ini pelican crossing di Jalan R. A. Kartini mengalami masalah pada software-nya. Kini dalam proses perbaikan oleh tim teknis di lapangan. Jika sudah selesai, langsung dioperasikan seperti biasanya,” tutur Kepala Dishub Kabupaten Pasuruan Heri Yitno. (zal/fun) Editor : Fandi Armanto