Seorang petani bunga krisan asal Desa Tlogosari, Kecamatan Tutur, Rudi Setjono mengatakan, permintaan bunga krisan makin banyak sejak Hari Idul Adha 1439 Hijriah. “Sejak Idul Adha permintaan langsung tinggi karena saat bulan Besar banyak masyarakat yang merayakan pesta pernikahan,” ujarnya.
Dibandingkan hari-hari biasa, menurutnya, permintaan bunga krisan naik hingga lipat tiga. Karena cukup tinggi, bunga krisan selalu habis dan tak bisa memenuhi semua permintaan. Meski permintaan melonjak, harga bunga krisan masih tetap, Rp 1.000 per tangkai. Permintaan bunga krisan ini diprediksi akan turun pada pertengahan bulan ini.
Ketua Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kecamatan Tutur Heri Subhan membenarkan, permintaan bunga krisan sangat tinggi. Ini, karena banyak masyarakat yang menggelar pesta pernikahan. “Bunga krisan banyak dipakai untuk hiasan dan dekorasi, termasuk di koade,” ujarnya.
Dari segi harga, bunga krisan cenderung stabil, Rp 10.000 per 10 tangkai. Heri mengatakan, biasanya saat bulan biasa, bunga krisan banyak dikirim untuk keperluan hotel dan restoran, namun banyaknya pernikahan menambah tinggi permintaan bunga krisan.
Heri mengatakan, sejauh ini bunga krisan yang paling banyak diminati warna putih. Namun, warna lainnya, seperti kuning dan merah juga banyak peminatnya. “Prediksi permintaan bunga ini masih akan tinggi sampai sebulan ke depan,” ujarnya. (eka/rud/fun) Editor : Jawanto Arifin