Perbaikan sendiri dilakukan secara bertahap. Rabu itu, perbaikan dilakukan di ruas jalan Surabaya–Malang. Baru kemudian dilanjutkan di ruas jalan Malang–Surabaya.
“Saat ini perbaikan kami dahulukan yang dari arah Surabaya–Malang. Setelah selesai menyusul dari arah Malang-Surabaya,” tutur Daniel, pengawas lapangan BPJN VIII Surabaya.
Daniel menyebut, perbaikan bisa segera dilakukan, sebab alat berat dan material yang dibutuhkan untuk perbaikan sudah siap. Karena itu, pihaknya bisa langsung bergerak.
Perbaikan sendiri diperkirakan Daniel, butuh waktu sekitar sepekan untuk tiap ruas jalan. Dengan demikian, total butuh waktu dua pekan untuk menyelesaikan perbaikan di dua ruas jalan itu.
Memang cukup lama. Sebab, banyak tahapan yang harus dilakukan untuk pekerjaan fisiknya. Selama perbaikan, menurutnya, jalan tidak hanya ditambal dan diaspal biasa.
“Jalan yang rusak lebih dulu digali, kemudian dipadatkan. Baru kemudian di-hotmix hingga dua lapis agar kuat dan awet,” ungkapnya.
Pada lapis pertama, panjang hotmix 90 meter, lebar 4 meter, dan tebal 6 sentimeter. Kemudian, lapis dua atau finishing-nya, panjang hotmix 90 meter, lebar 7 meter, dan tebal 5 sentimeter.
Adapun perbaikannya sendiri, ia tegaskan semuanya dibiayai dari APBN. Yaitu, melalui pos anggaran pemeliharaan tahunan jalan. (zal/hn) Editor : Jawanto Arifin