PURWODADI, Radar Bromo–Kecelakaan yang melibatkan rombongan sekolah kembali terjadi. Sabtu siang (1/2) sebuah bus Brimob muat rombongan pelajar SMA Negeri 1 Porong Sidoarjo terlibat kecelakaan tunggal di Tol Pandaan-Malang, masuk Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan.
Bus Brimob itu menabrak tiang baja penunjuk arah. Insiden itu merenggut satu korban jiwa yang tak lain adalah pengemudi bus tersebut.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, kecelakaan terjadi sekitar pukul 11.38.
Bus tersebut mengangkut rombongan pelajar SMA Negeri 1 Porong Sidoarjo. Mereka hendak berwisata ke Malang.
Nahasnya, saat melintas di KM 72 mendekati Exit Tol Purwodadi, bus menabrak tiang penunjuk arah.
Kerasnya benturan mengakibatkan body depan bus hancur. Bahkan, pengemudi bus itu, Khoirul, 60, warga Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto tewas.
Pensiunan Brimob Pusdik Watukosek itu mengalami perdarahan hebat pada bagian kepala lantaran terjepit kabin saat insiden terjadi. Jasadnya kemudian dilarikan ke RSSA Malang.
”Dari catatan sementara, korban hanya satu orang, yakni sopir. Sedangkan penumpang mengalami luka-luka,” jelas AKBP Hendrix Kusuma Wardhana, Kasat PJR Ditlantas Polda Jawa Timur.
Sesaat setelah kejadian, aparat kepolisian dan petugas kesehatan dikerahkan untuk mengevakuasi para korban.
Mengingat dalam rombongan bus itu, ada sedikitnya 34 penumpang. Mereka terdiri dari 31 siswa SMAN 1 Porong dan dua guru pendamping.
Proses evakuasi sendiri dilakukan dengan melibatkan sejumlah ambulans.
Para penumpang dilarikan ke beberapa layanan kesehatan terdekat. ”Penumpang selamat dirujuk RS Prima Husada, RSUD Lawang, dan RS Lawang Medika,” imbuh Hendrix.
Selain berwisata, rombongan tersebut juga berencana mengabadikan foto bersama untuk buku kenangan sebelum lulusan sekolah.
Sejauh ini, polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab terjadinya kecelakaan.
Namun, Hendrix bilang, belum banyak informasi yang didapatkan dari para saksi.
”Para siswa belum ada yang bisa memberikan keterangan karena saat kejadian mereka sedang tidur,” kata Hendrix. (tom/mie)
Editor : Muhammad Fahmi