Gotong royong itu dilakukan warga setempat, dibantu petugas TNI dan Polri, relawan dari Tagana dan BPBD. Juga PMK dari Kabupaten Pasuruan.
Bersih-bersih itu masih dilanjutkan Minggu (5/3). Jalanan yang terlewati banjir bandang tak luput dari pembersihan. Seperti jalan Taman Wisata di Kelurahan Pecalukan dan Jalan Pesanggrahan di Kelurahan/Kecamatan Prigen.
“Setelah banjir bandang, kami fokus pada evakuasi dan pembersihan material di permukiman dan rumah warga. Juga infrastruktur yang terdampak,” terang Plt Kalaksa BPBD Kabupaten Pasuruan Ridwan Harris.
Sementara untuk asesmen, instansinya bersama tim teknis dari dinas terkait akan mengagendakan awal pekan ini. Mengingat yang terdampak banjir bandang cukup luas. Meliputi tiga kelurahan dan satu desa. Termasuk di dalamnya longsor.
“Asesmen akan dilakukan mulai Senin (6/3) sampai selesai. Nantinya dihitung agar mendapat bantuan dari pemda melalui Bantuan Tidak Terduga (BTT). Juga pembangunan kembali sarpras yang rusak,” beber Mantan Sekcam Prigen itu.
Dalam kejadian ini, total ada delapan titik yang mengalami longsor. Antara lain tebing hutan di Kelurahan/Kecamatan Prigen; satu titik plengsengan di Dusun Lumbang Boro, Desa Lumbangrejo; satu titik di Kelurahan Prigen; tiga titik di Kelurahan Ledug dan dua titik di Kelurahan Pecalukan.
“Dari delapan titik longsor, ada dua rumah warga yang rusak parah tertimpa material plengsengan yang longsor. Masing-masing di Dusun Lumbang Boro, Desa Lumbangrejo dan di Lingkungan Tulang, Kelurahan Ledug,” jelas Kasi Trantib Kecamatan Prigen Subur.
Lalu, rumah warga yang terdampak longsor ada 17 rumah. Yaitu, di Kelurahan Pecalukan, Prigen, Ledug, dan Desa Lumbangrejo. Beruntung, tidak ada korban jiwa. Hanya kerugian materiil saja.
“Selain kemasukan material tanah atau lumpur, juga mengalami kerusakan ringan dan sedang. Jumlah tersebut bisa saja bertambah. Detailnya akan diketahui dalam proses asesmen oleh BPBD dan tim teknis,” ujarnya.
Menurut Harris, banjir bandang di Prigen ini akibat faktor hidrometeorologi dengan intensitas curah hujan tinggi. Juga sampah-sampah yang menyumbat saluran-saluran air. Sehingga, airnya meluber, mengalir ke jalan dan masuk ke rumah warga.
Terpisah, Sujadi, 62, warga Lingkungan Pesanggrahan, Kelurahan/Kecamatan Prigen menuturkan, banjir bandang di Tretes, Kecamatan Prigen, pernah terjadi. Yaitu, sekitar tahun 1980-an atau sekitar 30 tahunan yang lalu.
“Saat kejadian saya masih muda dan ingat. Tapi, banjir bandangnya tidak separah yang sekarang,” cetusnya. (zal/hn) Editor : Jawanto Arifin