Oleh: HA Suyuti, Direktur Jawa Pos Radar Bromo
HARI ini, Radar Bromo genap berumur 26 tahun. Lahir di era reformasi. Tepatnya 26 Juli 1999.
Sebagai media lokal, umur 26 tahun, merupakan waktu yang cukup panjang. Dalam kurun waktu tersebut, tumbuh dan berkembang dengan segala dinamikanya, hingga menjadi perusahaan media yang tetap eksis sampai saat ini.
Tidak ada pesta. Tidak ada acara hiburan. Hanya berkumpul bersama karyawan. Tidak mengundang banyak kolega. Hanya tumpengan, potong kue ulang tahun, dan doa bersama. Saling memotivasi. Meneguhkan dan menguatkan diri. Membangun optimisme menghadapi beragam tantangan ke depan.
Menghadapi era digital yang sangat disruptif, Radar Bromo terus beradaptasi. Memperbaiki diri.
Meningkatkan kualitas produk jurnalistik. Karena kami yakin, hanya dengan kualitas produk yang baik, akan bisa bertahan dan berkembang sampai kapanpun.
Bahwasannya platform akan terus berkembang, itu suatu keniscayaan. Pembaca boleh memilih platform yang disukai.
Tiap pembaca bisa berbeda pilihan. Tapi kami yakin, bahwa semua pembaca menginginkan produk yang berkualitas dan tidak hoax.
Kami pun terus meng-upgrade diri. Meningkatkan kapasitas SDM. Melengkapi semua fasilitas yang dibutuhkan.
Selain, tetap beradaptasi dengan perkembangan media di era digital. Sehingga, perubahan apapun yang terjadi, kami siap menghadapi.
Apalagi saat ini, pembaca semakin pintar. Mereka akan memilih media tepercaya. Media yang menyajikan konten yang berkualitas, akan menjadi pilihan pembaca.
Karena itu, tidak ada pilihan lain bagi kami, selain terus memperbaiki dan meningkatkan kualitas konten.
Karena itu, kamipun mulai mengevaluasi dalam menyajikan produk jurnalitik, khususnya online.
Tidak lagi mengejar SEO (search engine optimation). Hanya fokus pada kata kunci (keyword stuffing) atau mengejar rangking di Google.
Mengandalkan judul bombastis untuk clickbait. Tapi tidak sesuai dengan isi. Tulisannya kaku, kering, dan tidak bermakna.
Tapi saat ini, mulai mengembalikan ruh jurnalistik yang sesungguhnya. Saatnya menulis untuk manusia.
Bukan untuk mesin. Tidak bertele-tele, ringkas, dan fokus pada inti. Seperti halnya koran cetak, penyajiannya reportatif.
Beritanya tidak kaku. Tapi mengalir dan bisa dinikmati. Pembaca tidak terkecoh dengan judul. Tapi tidak sesuai dengan konten.
Radar Bromo sebagai perusahaan media, juga terus mengembangkan unit bisnis lainnya.
Salah satunya event organizer (EO). Tapi berbeda dengan EO pada umumnya. Kami tidak hanya fokus kepada eventnya. Tapi juga pada publikasi kegiatannya.
Bagi kami, sukses dan tidaknya sebuah event, juga tergantung seberapa masif event tersebut tersampaikan kepada masyarakat.
Sehingga, klien akan mendapatkan keuntungan dobel, setiap menggelar event yang digelar Radar Bromo. Sukses eventnya. Sukses publikasinya.
Tahun ini, Radar Bromo juga bakal memperluas jangkauannya. Tidak hanya lewat cetak dan online.
Tapi juga lewat TV. Ya….baik berita maupun event yang digelar Radar Bromo, juga akan disiarkan di TV digital : Jawa Pos TV. Semakin banyak pilihan bagi pembaca untuk mengakses Radar Bromo.
Tidak kalah pentingnya, terus mempertahankan kepercayaan masyarakat Probolinggo dan Pasuruan kepada Radar Bromo.
Tanpa kepercayaan, mustahil kami bisa bertahan hingga saat ini. Termasuk dari pemerintah daerah, perusahaan swasta, BUMN/BUMD dan stakeholders lainnya.
Bagi kami, ke depan kolaborasi dengan stakeholders tetap menjadi “nyawa” bagi perkembangan perusahaan.
Apalagi di era efisiensi seperti saat ini. Tanpa kolaborasi, nampaknya akan susah bagi perusahaan media untuk bertahan. Apalagi tumbuh dan berkembang.
Tidak ada gading yang tidak retak. Selama perjalanan 26 tahun tentu tidak luput dari kekurangan. Setiap saran dan kritik, kami jadikan “obat”.
Karena kami yakin, hanya dengan semua itu, Radar Bromo akan tetap menjadi media referensi, tepercaya dan terdepan dalam menyampaikan informasi kepada pembacanya. (*)
Editor : Fandi Armanto