Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Puasa Jalan Meraih Takwa

Jawanto Arifin • Selasa, 19 Maret 2024 | 20:40 WIB
Photo
Photo

PUASA bukan sekadar menahan diri dari makan dan minum, melainkan sebuah latihan spiritual yang mencakup pengendalian diri dalam segala aspek.

Puasa mengajarkan kita untuk memahami kebutuhan sesama, meningkatkan kesabaran, dan merasakan kehadiran Allah SWT dalam setiap langkah kita.

Dalam ibadah kita selama bulan suci ini, yaitu puasa dan takwa. Puasa sebagai bentuk ibadah fisik dan takwa, sebagai hasil dari ibadah tersebut yang tercermin dalam perilaku dan sikap hidup kita.

Dalam Alquran Surat Al Baqarah ayat 183, Allah SWT berfirman, “Wahai orang-orang yang beriman diwajibkan bagi kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan pada orang-orang sebelum kalian agar kalian menjadi orang-orang yang bertakwa.”

Allah SWT menyebutkan dalam ayat di atas mengenai hikmah puasa, yaitu agar kita bertakwa. Karena dalam puasa, kita mengerjakan perintah Allah SWT dan menjauhi larangan-Nya.

Yang meliputi takwa dalam puasa adalah seorang muslim meninggalkan apa yang Allah SWT haramkan saat itu. Yakni, makan, minum, dan larangan lainnya yang membatalkan puasa. Padahal, jiwa begitu terdorong untuk menikmatinya.

Namun, semua itu ditinggalkan karena ingin mendekatkan diri kepada Allah SWT dan mengharap pahala dari-Nya. Itulah yang disebut takwa.

Begitu pula orang yang berpuasa, melatih dirinya untuk semakin dekat pada Allah SWT. Ia mengekang hawa nafsunya, padahal ia bisa saja menikmati berbagai macam kenikmatan. Ia tinggalkan semua karena tahu bahwa Allah SWT selalu mengawasinya.

Takwa adalah hasil dari kehati-hatian, kepedulian, dan kepatuhan terhadap perintah Allah SWT.

Di dalam Alquran, Allah SWT berfirman dalam Surat Al-Baqarah ayat 197; “… Berbekallah karena sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa. Bertakwalah kepada-Ku wahai orang-orang yang mempunyai akal sehat.”

Puasa membuka pintu bagi kita untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan salat, zikir, dan tilawah Alquran. Melalui aktivitas-aktivitas ini, kita dapat memperkuat koneksi spiritual dan meningkatkan takwa dalam setiap aspek kehidupan.

Bulan Ramadan adalah waktu yang tepat untuk merenung dan introspeksi diri. Melihat kembali perjalanan hidup, mengidentifikasi kelemahan, serta berusaha memperbaiki diri adalah langkah-langkah menuju takwa yang lebih tinggi.

Takwa bukan hanya tentang hubungan vertikal dengan Allah SWT, tetapi juga horizontal dengan sesama makhluk-Nya. Berbagi rezeki, membantu yang membutuhkan, dan berbuat baik kepada sesama adalah wujud nyata dari takwa yang kita tanamkan dalam diri.

Dengan menjalankan puasa dan mengarahkan niat kepada takwa, kita tidak hanya menjalankan kewajiban ibadah, tetapi juga membangun fondasi spiritual yang kuat.

Mari kita perkuat tekad untuk mencapai takwa, sehingga setiap langkah yang kita ambil di dunia ini memberikan keberkahan dan kebahagiaan.

Semoga Allah SWT senantiasa memberikan hidayah dan kekuatan kepada kita untuk menjalani puasa dengan penuh keikhlasan dan mencapai takwa yang lebih tinggi. Aamiin. (*)

Editor : Jawanto Arifin
#ismail marzuki hasan #bulan ramadan #puasa