Oleh: Sindy Iriana Chosiro*
Semakin berkembangnya zaman, kebutuhan setiap individu semakin tinggi. Itu mengakibatkan terjadinya perubahan pada gaya hidup setiap orang.
Hal tersebut pastinya memberi berbagai perubahan pada komunitas global, untuk menyesuaikan diri dengan era yang lebih modern. Kehidupan yang modern menuntut kita untuk beradaptasi dengan perubahan yang terjadi di sekitar kita.
Saat ini kita bisa menemukan cafe atau coffee shop di banyak tempat dengan sajian kopi yang bervariasi. Serta inovasi yang menarik membuat eksistensi kopi semakin diminati di kalangan anak muda dan dewasa.
Seiring dengan berkembangnya zaman para penikmat kopi berubah seiring dengan tujuannya. Dahulu, orang-orang menikmati kopi untuk menemani waktu santai yang dimiliki.
Namun, di era sekarang orang-orang menjadikan kopi sebagai gaya hidup. Dikarenakan adanya pergeseran budaya khususnya pada anak muda.
Kopi adalah minuman yang kaya akan sejarah dan budaya. Tanaman kopi telah lama dibudidayakan sebagai komoditas utama di berbagai negara.
Sejarah kopi dimulai di wilayah Ethiopia, Afrika Timur pada abad ke-9. Saat itu, biji kopi pertama kali ditemukan.
Sejarah kopi di Indonesia dimulai ketika dibawa Belanda membawa kopi dari Malabar, India pada tahun 1697 ke pulau Jawa yang kemudian dikembangkan di sebuah perkebunan kopi di Batavia.
Pada tahun 1711 perusahaan dagang Belanda, VOC (Vereenigde Oostindische Company) berhasil mengekspor tanaman kopi dari Jawa ke Eropa. Sehingga budidaya kopi di Batavia terus mengalami kemajuan.
Kopi telah menjadi minuman yang banyak diminati masyarakat dari berbagai negara. Rasanya yang khas dan menggugah selera menjadikan kopi sebagai minuman yang populer dikalangan masyarakat.
Setiap proses pembuatan kopi akan mempengaruhi kualitas rasa dan aroma dari kopi itu sendiri. Kebiasaan minum kopi pada masyarakat Indonesia sudah menjadi hal yang wajar.
Biasanya kopi diminum pada saat pagi hari. Menikmati secangkir kopi sebelum beraktivitas akan meningkatkan suasana hati. Kopi juga sering diminum untuk menemani waktu begadang.
Namun, dibalik kenikmatannya seringkali kita bertanya tentang apakah mengonsumsi kopi dapat mempengaruhi kesehatan seseorang.
Kopi dikenal karena kandungan kafeinnya. Kafein yang terdapat pada kopi dapat mengurangi rasa kantuk, meningkatkan konsentrasi, dan dapat memperbaiki perasaan.
Namun, dibalik manfaatnya kopi juga memiliki pengaruh negatif yang dapat mempengaruhi tekanan darah secara langsung, terutama pada individu yang menderita hipertensi.
Kafein di dalam tubuh bekerja dengan menstimulasi produksi hormon adrenalin yang berasal dari reseptor adinosa pada sel saraf yang mengakibatkan peningkatan tekanan darah (Wahyuni,2013).
Hipertensi atau tekanan darah tinggi sering disebut silent killer karena termasuk penyakit mematikan yang muncul tanpa menunjukkan gejala yang jelas sebelumnya.
Namun, beberapa individu yang mengalami hipertensi akan merasakan sakit kepala, sesak napas, mual, muntah, serta lemas dan kelelahan.
Hipertensi yang tidak diatasi dengan baik dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan lainnya seperti penyakit jantung dan stroke.
Peningkatan tekanan darah dipengaruhi oleh frekuensi dan dosis kafein yang terdapat di dalam kopi yang dikonsumsi. Pengaruh kafein pada tekanan darah hanya berlangsung sementara, biasanya efeknya akan berlangsung selama 5-30 menit dan akan berlanjut dalam darah sekitar 12 jam (Wahyuni, 2013).
Reaksi kafein pada setiap individu dapat bervariasi tergantung pada toleransi terhadap efek kafein pada tekanan darah mereka.
Beberapa faktor lain seperti usia, genetik, dan pola hidup juga memiliki peran dalam pengaruh kopi terhadap tekanan darah seseorang.
Pola gaya hidup mengonsumsi kopi juga dianggap sebagai salah satu faktor timbulnya insomnia atau masalah gangguan tidur.
Hal ini dapat terjadi karena kopi merupakan minuman psikostimulan yang dapat meningkatkan kewaspadaan yang membuat seseorang tetap terjaga dan mengurangi kelelahan. Selain itu kandungan kafein pada kopi merupakan alkaloid yang termasuk dalam keluarga methylxanthine bersama dengan senyawa teofilin dan teobromin memiliki kemampuan untuk merangsang sistem saraf pusat yang menjadi salah satu faktor terjadinya insomnia (Wahyuni et al., 2020).
Selain kafein, di dalam kopi juga terdapat kandungan polifenol yang mampu menyeimbangkan tekanan darah. Polifenol memiliki efek yang berkebalikan dengan kafein yaitu sebagai antioksidan dan kalium yang bersifat menurunkan tekanan darah.
Selain itu, polifenol juga berperan untuk mencegah terjadinya aterogenesis serta membantu perbaikan fungsi vaskular. Sehingga membuat pembuluh darah menjadi tidak mudah rusak dan menyempit karena tekanan darah tinggi.
Saat ini, kopi telah menjadi bagian penting gaya hidup masyarakat dari banyak budaya di berbagai negara. Kopi memiliki tempat yang istimewa dalam kehidupan sehari-hari banyak orang.
Kopi tidak hanya dijadikan sebagai minuman yang hanya dinikmati di waktu santai tapi kopi juga menjadi simbol pertemuan sosial dan media untuk berbagi sebuah cerita.
Melalui secangkir kopi, kita bisa memperoleh manfaat dan efek samping kandungan yang terdapat dalam kopi. Pengaruhnya terhadap kesehatan sangat bergantung pada jumlah yang dikonsumsi dan toleransi setiap individu terhadap kopi.
Mengonsumsi kopi dalam jumlah yang diperlukan oleh tubuh akan memberikan efek positif. Namun, mengonsumsi kopi dalam jumlah yang berlebihan dapat memberikan efek negatif yang tidak diinginkan oleh tubuh yang dapat menyebabkan gangguan kesehatan.
Meskipun kopi merupakan minuman yang populer, penting bagi kita untuk mengonsumsi kopi dengan bijak. Yaitu, dengan mengatur batas asupan kopi harian untuk menjaga keseimbangan kesehatan tubuh.
Selain itu, kita juga harus memperhatikan waktu untuk mengonsumsi kopi dengan menghindari konsumsi kopi dekat dengan waktu tidur untuk mendukung tidur yang baik.
Kita juga dapat berkonsultasi dengan tenaga medis atau ahli gizi jika mengalami gangguan kesehatan yang berkaitan dengan konsumsi kopi.
Konsultasi dengan tenaga kesehatan terkait konsumsi kopi dapat memberikan kita pemahaman dan saran yang lebih spesifik untuk membantu menjaga kesehatan tubuh.
Ingatlah untuk selalu menjaga asupan kopi kita sesuai kebutuhan. Agar, kita bisa merasakan manfaat kopi tanpa mengabaikan kesehatan kita. (*)
*Mahasiswi Program Studi Ilmu Keperawatan, Universitas Muhammadiyah Malang. Bisa disapa di sindyirianachosiro@gmail.com
Editor : Muhammad Fahmi