Tole pun hanya bisa pasrah menerima kenyataan itu. “Ya, sekarang siapa juga yang mau punya pasangan cacat? Apalagi dia (Minthul) juga masih muda. Bisa cari suami lagi yang sehat,” keluh Tole, minder.
Dikatakan Tole, sebelum ia mengalami kecelakaan, mereka hidup sebagai pasangan suami istri yang bahagia. Tole yang bekerja sebagai buruh pabrik, penghasilannya cukup untuk biaya sehari-hari dengan istrinya.
Setahun setelah menikah, kebahagiaan pun bertambah. Itu, setelah mereka dikaruniai putra pertamanya. Tole sendiri memang kenal dengan Minthul usai dikenalkan teman-temannya dulu. Merasa cocok, mereka pun sempat pacaran hingga setengah tahun. Tole pun tak malu-malu ingin segera melamar.
Setelah menikah, Minthul yang awalnya juga bekerja sebagai penjaga toko diminta berhenti. Fokus menjadi ibu rumah tangga. Namun, kebahagiaan pasutri ini hanya bertahan 3 tahun saja.
Bahtera rumah tangga mereka mulai goyah saat Tole mengalami kecelakaan motor. Kaki Tole yang terlindas pun harus diamputasi sebelah. Walhasil, hidup Tole pun tidak sama lagi seperti dulu.
Karena tidak bisa aktif seperti dulu, Tole yang bekerja di bagian produksi pabrik akhirnya memilih berhenti kerja. Tak bisa mengerjakan pekerjaan seperti sedia kala. Akibatnya, ekonomi mereka jadi morat marit.
Bahkan, sampai beberapa bulan, Tole memang hanya mengandalkan uang pemberian dari orang tuanya. Setelah musibah itu, Minthul dikatakan memang jauh berubah. Ia lebih sering merenung, bahkan menangis. Tole sendiri tak bisa berbuat banyak. Kondisinya tak memungkinkan untuk segera mencari pekerjaan baru buat keluarganya.
Di tengah musibah yang dijalaninya, Minthul malah mendadak pergi membawa anaknya. Kembali ke rumah orang tuanya. Tole sendiri sempat kecewa. Namun, akhirnya mengikhlaskan keputusan istrinya untuk meninggalkannya.
“Sudah saya minta balik dan pertanyakan janjinya mau suka duka sama saya, tapi dia bilang enggak mau,” ujar Tole.
Akhirnya, Tole pun menghormati keputusan terbaik untuk Minthul. Ia rela berpisah dengan sang istri daripada hidup dalam tekanan batin karena merasa tak mampu menafkahi istri.
“Nyesal dan kecewa sebenarnya sih. Tapi, kalau dia (Minthul) maunya seperti itu, ya saya gak punya pilihan lagi,” akunya. (eka/mie) Editor : Muhammad Fahmi