Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Risiko Punya Kekasih Purel: Ada Uang Disayang, Tak Ada Uang Ditendang

Jawanto Arifin • Sabtu, 17 November 2018 | 16:35 WIB
Photo
Photo
PROBOLINGGO - Tole, 36, warga Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, harus menahan sakit hatinya. Pasalnya, wujud cinta pada Minthul, 30, seorang pemandu lagu asal Malang berbalas penghinaan. Setelah hartanya terkuras, si pemandu lagu pulang kampung meninggalkan Tole.

Tole dan Minthul berkenalan di sebuah room karaoke di Jalan dr. Sutomo. Tole kemudian jatuh hati dengan Minthul yang memiliki bodi semlohai. Tinggi semampai, rambut panjang dengan warna cokelat, serta senyum manis yang selalu mengembang. Belum lagi desahan suaranya yang membuat bulu kuduk merinding.

Singkat kata, keduanya kemudian bertukar nomor ponsel. Sejak saat itu, Tole dan Minthul aktif berkomunikasi. Tole yang memendam hasrat, lantas mengeluarkan bujuk rayu untuk menggaet pujaan hatinya. Sementara Minthul yang malang melintang di dunia malam, tahu betul setiap lelaki yang tertarik padanya.

Akhirnya, Minthul pun menerima permintaan hati dari Tole. Meskipun Minthul menganggapnya sama dengan lelaki lainnya yang ingin dekat dengannya. Bahkan, Minthul sengaja menerima ajakan kencan Tole, hanya demi hartanya saja. Strategi yang dilakukan Minthul cukup jitu.

Sebelum meminta ini-itu dengan Tole, Minthul lebih dulu memberikan perhatian pada Tole. Saat pulang ke Malang, ia membelikan kaus bermerek sebagai oleh-oleh buat Tole. Tole pun makin kesengsem dan menganggap Minthul sangat sayang padanya. Padahal, itu merupakan jebakan agar Tole tak ragu merogoh kocek untuk setiap kebutuhan Minthul.

Dan benar saja, beberapa minggu kemudian, giliran Minthul yang merengek meminta dibelikan ponsel. Tak tanggung-tanggung, yang diminta yakni Blackberry Q10 yang saat itu harganya sekitar Rp 3 juta lebih. “Minta HP merek itu. Agar sama, saya juga beli HP yang sama,” katanya. Alhasil, untuk HP saja Tole mengelurkan kocek Rp 6 juta.

Setelah ponsel, giliran minta dibayarin indekos. Minthul beralasan sudah ditagih pemilik indekos, sementara job saat itu sedang seret. Berapa biaya indekosnya? “Rp 500 ribu sebulan,” kata Tole kemudian. Karena beralasan cinta dan sayang, Tole pun tak ragu membayar indekos 3 bulan sekaligus. Selain sayang, Tole juga merasakan betul servis yang diberikan Minthul.

Hingga kemudian, pada bulan kedua Tole memergoki Minthul sedang berada di sebuah mobil yang parkir di sebuah SPBU. Di SPBU itu, juga ada fasilitas hotel. Kebetulan, saat itu Tole sedang mengisi bensin. Namun, ia tidak langsung melabrak Minthul. “Saya pendam dulu karena tidak enak bikin ribut,” jelasnya.

Keesokan harinya, Minthul langsung ditanya perihal aktivitasnya malam itu. Semula, Minthul membantah. Namun, ketika didesak akhirnya dia mengakui jika sedang kencan dengan seorang pria. Minthul yang sepertinya tidak suka, langsung meminta putus saat itu juga dan mengusir Tole.

“Saya bingung, sejak saat itu saya tidak pernah direken lagi,” katanya meratapi nasibnya. Belakangan Tole menyadari kenapa Minthul berulah. “Ya karena saya jarang lagi ngasih uang sama dia. Lha wong uang saya habis,” imbuhnya. (sid/rf) Editor : Jawanto Arifin
#cerita minthul #ono-ono ae #pemandu lagu #cerita purel #purel #kekasih purel