Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Berdalih Ingin Menolong, Gratiskan Ojek Buat Janda

Jawanto Arifin • Minggu, 21 Oktober 2018 | 17:45 WIB
Photo
Photo
GEMPOL - Memberi pertolongan orang yang membutuhkan boleh-boleh saja. Namun yang dilakukan Tole (nama samaran), 34, warga Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, ini ada modusnya. Bukannya fokus mencari duit buat keluarga dari pekerjaannya sebagai abang ojek, Tole sering mengantar penumpang yang berstatus janda ataupun yang cantik tanpa bayaran.

Minthul (juga nama samaran), 33, yang mendengar keseharian sang suami ini mengaku kecewa. Kelakuan suaminya ini ia nilai terlalu genit. Apalagi, tidak sekali dua kali Minthul mendapatkan laporan bahwa Tole menggratiskan jasa ojeknya.

“Harusnya ngojek kan niat cari duit buat keluarga. Tapi ini nggak, malah cari kesenangan sendiri. Kalau ada penumpang cantik malah digratisin dengan niat mau kenalan,” jelasnya.

Minthul mengatakan, selama ini pernikahan mereka yang berjalan lebih dari 10 tahun adem ayem. Bahkan, mereka sudah dikaruniai 2 anak yang kini sudah bersekolah. Sebelumnya, kehidupan ekonomi mereka stabil saat Tole bekerja di sebuah perusahaan. Sampai kemudian, petaka datang kala ia terkena PHK.

Tercatat, sejak 3 tahun lalu, Tole pontang-panting cari duit. Tole bukannya enggan mencoba melamar kerja di pabrik lagi. Tapi, sayangnya belum beruntung. Sehingga, tak satu pun lamaran yang nyantol. Karena menjadi tumpuan keluarga, Tole kemudian mengambil kesempatan bekerja sebagai abang ojek.

“Pernah ikut teman kerja sales, nguli, dan terakhir milih ngojek karena pendapatan bisa langsung dan waktunya fleksibel,” kata Minthul. Karena tinggal agak jauh dari jalan raya, tak sedikit tetangga yang akhirnya menggunakan jasa Tole. Selain itu, Tole juga biasa mangkal untuk mendapatkan penumpang.

Minthul mengatakan, kendati pendapatan pas-pasan, namun selama ini cukup untuk membiayai kebutuhan rumah dan anak. Jam kerja Tole sendiri biasanya pagi hari saat orang mau ke pasar atau bekerja, biasanya hanya sampai siang hari. Sejauh ini, Tole sudah memiliki beberapa langganan yang rutin diantar.

Namun, Tole dikatakan memang punya sifat yang “terlalu ramah” sama perempuan. Terutama perempuan yang menarik. Setahun lalu, Minthul pernah mendapatkan laporan bahwa Tole sering menggratiskan tetangga yang masih muda dan memang menarik.

“Saya ngamuk, saya bilang cari duit ya cari duit, ngapain cari perempuan,” kata Minthul meninggi. Hal ini sejatinya juga menjadi gunjingan mulut ke mulut lantaran banyak yang menganggap Tole dinilai genit. Minthul sering mendapatkan laporan terkait ulah suaminya.

Terakhir, terjadi lantaran Tole ketahuan genit lagi dengan tetangga desa lain yang berstatus janda. “Yang ini justru karena perempuannya ember, diceritain kalau gak pernah bayar. Ketahuan saya langsung ngamuk,” jelasnya. Tole tak bisa mengelak, karena di ponselnya ditemukan pesan pendek dengan si janda. (eka/rf) Editor : Jawanto Arifin
#cerita minthul #problem rumah tangga #ojek gratis #ono-ono ae #cerita tole