Minthul mengatakan, bukannya pelit dengan mertuanya sendiri. Namun, jika gajinya habis lantaran sering diminta mertua, ia tak bisa menabung untuk masa depan.
“Pengennya orang menikah ya segera mandiri punya rumah sendiri. Tapi, gimana mau menabung, kalau tiap punya uang selalu diminta mertua,” katanya.
Sebelum menikah, baik Tole dan Minthul sama-sama bekerja di pabrik. Kerja dari pagi hingga menjelang malam, rutin dilakukan mereka berdua agar bisa sama-sama punya penghasilan. Sebelum menikah, impian segera mandiri memang ingin segera terwujud.
Tapi, ibarat kenyataan tak selalu sesuai dengan impian. Setelah menikah dan Minthul ikut tinggal di rumah orang tua Tole, ternyata mereka berdua malah menjadi tulang punggung keluarga besar. Sebelumnya, Tole memang turut membantu ekonomi keluarga. Namun, saat itu bapak Tole masih bekerja sebagai buruh tani.
“Setelah Tole menikah dan saya juga ikut dan juga bekerja, lalu orang tuanya gak kerja lagi. Termasuk ibunya yang dulu masih ambil-ambil garapan jahit, gak mau lagi kerja,” keluhnya.
Minthul sendiri awalnya ikhlas dan memang niat membantu ekonomi keluarga sang suami. Tapi, lama-lama setiap butuh uang, selalu langsung nodong ke Minthul. “Misalnya, ingin dibeliin buah, langsung SMS saya supaya pulang bawa buah. Butuh bowo buat kondangan minta ke saya. Butuh beli camilan minta lagi. Memang kecil-kecil, tapi kalau ditotal jadi banyak,” jelasnya.
Akibatnya, Minthul mengaku sama sekali tak bisa menabung. Karena dari gaji Tole dan Minthul sudah habis untuk biaya kebutuhan rumah, makan, dan printilan uang yang diminta mertuanya.
Pernah beberapa kali Minthul mengeluh ke Tole. Namun, Tole sendiri tak bisa berbuat banyak. “Padahal, gaji saya juga buat nggaji pengasuh, saat saya kerja karena mertua mengaku capek ngurus cucu. Tapi, uang juga diporotin terus. Kalau gak dikasih bisa dimusuhi,” jelasnya. (eka/rf) Editor : Jawanto Arifin