Qatar Ungkap AS dan Iran Masih Intens Tukar Pesan, Upaya Mediasi Akhiri Perang Terus Berjalan

Moch Vikry Romadhoni • Dipublikasikan Rabu, 7 Oktober 2026 | 18:53 WIB
Ilustrasi konfrontasi militer antara AS-Israel dengan Iran. (Gemini AI)
Ilustrasi konfrontasi militer antara AS-Israel dengan Iran. (Gemini AI)
Radar Bromo - Pemerintah Qatar mengungkapkan bahwa pihak Amerika Serikat dan Iran masih intens bertukar pesan di tengah guliran upaya mediasi serta kontak diplomatik untuk mencetak kemajuan perundingan guna mengakhiri perang.
Direktur Media dan Komunikasi Kementerian Luar Negeri Qatar Ibrahim Al-Hashimi membeberkan, jalinan komunikasi dan agenda kunjungan antarkedua belah pihak terus mengalir, termasuk lewat kedatangan Menteri Dalam Negeri Iran Eskandar Momeni ke Doha.
“Kontak dan kunjungan terus berlangsung dengan tujuan mencapai kemajuan yang dapat menjadi landasan antara Washington dan Teheran,” terang Al-Hashimi saat memandu konferensi pers, dikutip dari Antara, Rabu (7/10).
Ia menggarisbawahi bahwa koridor proses mediasi yang menjembatani kedua belah pihak dipastikan “terus berlangsung dan tidak berhenti”.
Merujuk keterangan resmi Kementerian Luar Negeri Qatar, diplomasi intensif tersebut ditujukan demi meraih titik temu yang bisa dijadikan pijakan pembahasan lanjutan, sekaligus merangkum seluruh poin krusial yang menjadi perhatian kedua negara.
“Pembicaraan terus berlangsung, terjadi pertukaran pesan antara Washington dan Teheran, dan Qatar menjadi mediator antara kedua pihak,” ungkap Al-Hashimi.
Ia menambahkan, pencapaian solusi atas konflik panjang ini menuntut “upaya terbaik” via jalan negosiasi yang mengoreksi serta mempertimbangkan kekhawatiran seluruh pihak terdampak.
Dalam peta diplomasi ini, Qatar bersama Pakistan bertindak sebagai juru damai yang memfasilitasi komunikasi antara otoritas di Washington dan Teheran untuk meredam konflik yang meletus sejak akhir Februari 2026, usai kesepakatan awal pada Juni lalu belum berhasil menghentikan pertempuran.
Editor : Moch Vikry Romadhoni
Qatar Mediasi Perang Kementerian Luar Negeri Qatar amerika serikat iran