Bengkuang untuk Perawatan Kulit Tubuh, Benarkah Bisa Membantu Kulit Tampak Cerah?

radar bromo • Dipublikasikan Kamis, 24 September 2026 | 18:10 WIB
Bengkoang (pinterest)
Bengkoang (pinterest)

Radar Bromo - Bengkuang selama ini dikenal sebagai bahan pangan yang menyegarkan. Umbi berwarna putih dengan rasa sedikit manis ini juga sudah lama digunakan dalam perawatan kecantikan tradisional, termasuk sebagai bahan masker dan lulur tubuh.

Kandungan senyawa alami dalam bengkuang membuatnya menarik untuk diteliti sebagai bahan kosmetik. Sejumlah penelitian awal menemukan aktivitas antioksidan dan potensi penghambatan enzim tirosinase pada senyawa tertentu dari bengkuang. Enzim tersebut berperan dalam pembentukan melanin, pigmen yang memberi warna pada kulit. Namun, temuan awal ini belum berarti mengoleskan bengkuang mentah langsung ke tubuh pasti akan membuat kulit lebih cerah. 
ScienceDirect

Mengapa Bengkuang Digunakan dalam Skincare?

Bengkuang mengandung air serta berbagai senyawa tumbuhan, termasuk fenolik dan flavonoid. Bahan-bahan tersebut menjadi alasan bengkuang sering dimanfaatkan dalam produk perawatan kulit tradisional.

Dalam industri kosmetik, bengkuang dapat diolah menjadi bahan campuran masker, krim, losion, maupun lulur. Penelitian formulasi kosmetik berbahan ekstrak atau pati bengkuang telah dilakukan untuk menilai karakteristik produk, seperti tekstur, kestabilan, dan tingkat keasaman. 

Penggunaan dalam produk yang diracik dan diuji berbeda dengan mengoleskan parutan bengkuang segar langsung ke kulit. Produk kosmetik memiliki formula yang dirancang agar bahan tercampur merata dan lebih mudah digunakan.

Bisa Dipakai untuk Perawatan Tubuh?

Bengkuang dapat ditemukan sebagai salah satu bahan dalam produk perawatan tubuh, misalnya losion atau lulur. Jika ingin mencoba produk berbahan bengkuang, pilih kosmetik yang memiliki komposisi dan petunjuk penggunaan jelas, serta sesuai dengan kebutuhan kulit.

Sementara itu, pemakaian bengkuang mentah sebagai masker atau lulur rumahan perlu lebih hati-hati. Bahan alami tetap berpotensi menimbulkan iritasi atau reaksi alergi, terutama pada kulit sensitif. Uji coba sedikit produk pada area kecil kulit terlebih dahulu dapat membantu melihat apakah muncul reaksi yang tidak diinginkan.

Hindari mengoleskan bahan tersebut pada kulit yang sedang luka, meradang, atau mengalami ruam. Jika muncul rasa perih, gatal, kemerahan, atau bengkak, segera bersihkan dan hentikan pemakaian.

Jangan Lupakan Perawatan Dasar

Menggunakan produk berbahan bengkuang saja tidak cukup untuk menjaga kesehatan kulit tubuh. Kebiasaan sederhana seperti mandi dengan pembersih yang lembut, menggunakan pelembap ketika kulit terasa kering, dan melindungi kulit dari paparan sinar matahari tetap penting.

Untuk bagian tubuh yang sering terpapar matahari, tabir surya dapat membantu mengurangi dampak sinar ultraviolet. Pilih produk sesuai kebutuhan dan ikuti petunjuk pada kemasannya.

Bila tujuan perawatan adalah meratakan warna kulit atau mengatasi noda gelap, hasilnya dapat berbeda pada setiap orang. Bengkuang bukan pengganti pemeriksaan atau perawatan medis untuk masalah kulit yang menetap.

Alami Belum Tentu Cocok untuk Semua Orang

Popularitas bahan alami dalam perawatan kecantikan terus berkembang, tetapi keamanan dan manfaatnya tetap perlu dinilai berdasarkan cara pengolahan, konsentrasi, serta kondisi kulit pemakainya. Kajian tentang kosmetik tradisional juga mengingatkan bahwa bahan alami dapat memiliki variasi kualitas dan risiko iritasi jika tidak diformulasikan atau digunakan dengan tepat. 
Jurnal Tata Rias

Bengkuang bisa menjadi pilihan bahan dalam produk skincare tubuh, tetapi klaim manfaatnya perlu disikapi secara realistis. Untuk merawat kulit, kebiasaan dasar dan pemilihan produk yang sesuai tetap lebih penting daripada mengandalkan satu bahan saja.

Editor : Moch Vikry Romadhoni
Kesehatan Kulit Skincare Alami Bengkuang Perawatan Tubuh lifestyle