PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) bergandengan tangan dengan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Kabupaten Lombok Tengah guna menggelar pengujian tersebut. Langkah pengetesan ini ditempuh guna menjamin seluruh fasilitas keselamatan beroperasi optimal saat balapan berlangsung pada 9–11 Oktober mendatang.
Chairman Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 yang juga menjabat sebagai Direktur Operasi ITDC, Troy Warokka, mengungkapkan bahwa pengujian ini merupakan rangkaian dari komitmen dalam memastikan kesiapan sirkuit dari seluruh lini.
“Pengujian bersama Damkartan Lombok Tengah ini menjadi bagian dari upaya kami memastikan sistem pendukung keselamatan dapat bekerja ketika dibutuhkan,” katanya.
Troy menilai, keberadaan sistem keselamatan yang mumpuni kian krusial mengingat padatnya jadwal penggunaan sirkuit sepanjang tahun. Hingga September 2026, tercatat sebanyak 132 agenda telah terdaftar dalam kalender sirkuit, yang terdiri atas 89 ajang motorsport dan 43 kegiatan non-motorsport dengan total okupansi mencapai 244 hari operasional.
Tingginya frekuensi agenda tersebut menuntut fasilitas pemadam kebakaran berada pada kondisi puncak. Sebab, area sirkuit tidak cuma dimanfaatkan sewaktu gelaran balap kaliber dunia, namun juga menjadi panggung berbagai acara yang menghadirkan peserta, penonton, komunitas, pekerja, hingga masyarakat umum.
Proses pengujian kali ini menyasar performa mesin pompa serta jaringan hydrant yang telah mendapatkan peremajaan. Dari hasil tes di lapangan, pancaran air hydrant tercatat sanggup menyembur secara vertikal setinggi 20–25 meter dan menjangkau jarak horizontal sejauh 35–45 meter.
Sistem keselamatan ini turut dibekali flexible hose sepanjang 30 meter guna memperluas ruang gerak petugas sewaktu melangsungkan upaya penanganan darurat.
Infrastruktur penanggulangan kebakaran tersebut disokong oleh pasokan air utama berkapasitas 300 meter kubik. Selain itu, terpasang tiga tingkatan sistem pompa yang beroperasi menyesuaikan kebutuhan, lengkap dengan unit pompa cadangan demi menjamin ketersediaan aliran air saat terjadi pemadaman listrik.
Fasilitas pendukung ini menjadi bagian utuh dari kesiapan sirkuit sebagai lokasi penyelenggaraan aneka kegiatan berskala nasional maupun internasional secara berkelanjutan.
“Berdasarkan pengujian, semua berjalan baik,” tandas Troy.
Sementara itu, Kepala Damkartan Lombok Tengah Supardan menyatakan bahwa berdasar pemeriksaan akhir, sistem proteksi kebakaran di kawasan sirkuit dipastikan bekerja prima dan siap dioperasikan sewaktu-waktu.
Pihak Damkartan memberi saran terkait penambahan penunjuk arah yang mengarah ke titik-titik hydrant.
“Penambahan rambu ini untuk semakin memudahkan identifikasi dan akses dalam kondisi darurat,” ujarnya.