Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh juru bicara kepresidenan Palestina, Nabil Abu Rudeineh, pada Rabu (24/9).
Gelaran Sidang ke-81 Majelis Umum PBB secara resmi telah dimulai di New York sejak 8 September. Sebagaimana agenda rutin, Pekan Tingkat Tinggi diselenggarakan sebagai bagian dari rangkaian sidang utama tersebut, sementara sesi debat umum dijadwalkan berlangsung sepanjang 22-26 September dan berlanjut pada 28 September.
"Upaya mencegah Presiden Mahmoud Abbas ikut dalam Sidang Majelis Umum PBB dan berbicara atas nama Negara Palestina telah gagal karena isu Palestina telah menjadi topik utama dalam pidato delegasi Arab dan internasional," kata Abu Rudeineh, seperti dikutip kantor berita Palestina WAFA.
Ia menjelaskan bahwa perwakilan dari berbagai negara Arab, negara-negara Islam, hingga sederet bangsa lainnya secara tegas memperlihatkan sokongan penuh terhadap hak warga Palestina dalam meraih kemerdekaan serta kebebasan di panggung Sidang Majelis Umum PBB.
"Palestina terus terwakili di kancah internasional, meskipun terdapat upaya untuk membatasi partisipasinya dalam kegiatan PBB," kata Abu Rudeineh.
Untuk dua kali secara berturut-turut, pemerintah Amerika Serikat kembali menolak penerbitan visa bagi Presiden Palestina Mahmoud Abbas yang hendak menghadiri Sidang Majelis Umum PBB secara langsung di markas New York.
Kendati demikian, pada 17 September, Majelis Umum PBB telah menyetujui dan memberi izin kepada Presiden Palestina tersebut untuk memaparkan pidatonya melalui sambungan video interaktif, persis seperti mekanisme yang diterapkan pada tahun sebelumnya.