Dicecar Kasus Suap HGB Hingga Mundur Dari Golkar, Nusron Wahid Emosi Ke Wartawan: Ini Aku Mau Pulang

Moch Vikry Romadhoni • Dipublikasikan Senin, 21 September 2026 | 18:20 WIB
Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid angkat bicara soal OTT KPK yang menyasar Kementerian ATR/BPN, Jumat (18/9).
Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid angkat bicara soal OTT KPK yang menyasar Kementerian ATR/BPN, Jumat (18/9).
Radar Bromo - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid menghadiri rapat pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Reforma Agraria di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (21/9). 
Seusai merampungkan agenda tersebut, Nusron langsung diberondong beragam pertanyaan oleh awak media mengenai dugaan praktik suap pengurusan Hak Guna Bangunan (HGB).
Nusron memilih untuk tak banyak berkomentar mengenai kasus korupsi yang tengah ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tersebut. Ia menegaskan bahwa pihak Kementerian ATR/BPN tunduk dan menghormati langkah hukum yang sedang berproses.
"Kan sudah tak sampaikan kalau soal itu, kami menghormati proses hukum yang dilakukan oleh KPK. Jadi posisi kami menghormati dan mengikuti proses yang ada," kata Nusron di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (21/9).
Di samping persoalan dugaan suap di lingkup kementeriannya, Nusron turut dimintai klarifikasi oleh para jurnalis perihal kabar pengunduran dirinya dari susunan kepengurusan DPP Partai Golkar. Nusron membenarkan bahwa wacana tersebut sebetulnya sudah sempat dibahas bersama Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia.
"Kalau soal itu kami sudah lama diskusi dengan Pak Bahlil dari tahun lalu. Jadi selebihnya lebih baik tanyakan sama Pak Bahlil selaku ketua umum. Kami sudah pernah diskusi masalah itu lama," ujarnya.
Sewaktu kembali didesak mengenai alasan utama di balik keputusannya mundur dari kepengurusan Partai Golkar, Nusron enggan memberikan uraian lebih detail. Ia memilih membisu sembari berupaya melangkah pergi meninggalkan area wawancara.
Sederet wartawan lantas terus mengejar langkah Nusron demi mendapatkan alasan pasti pengunduran dirinya. Akan tetapi, Menteri ATR/BPN tersebut menekankan bahwasanya ia telah menjawab poin pertanyaan tersebut.
"Kan udah tak jawab," jelasnya.
Masih belum puas atas tanggapan Nusron, para jurnalis yang meliput di Gedung DPR mempertanyakan perihal evaluasi internal Kementerian ATR/BPN pasca-pemeriksaan serta proses hukum oleh KPK. Kendati demikian, Nusron meminta awak media tidak terus mendesaknya lantaran hendak bergegas meninggalkan Kompleks Parlemen.
"Ini kan aku mau pulang. Caranya nggak begini, caranya nggak begini," imbuhnya.
Baca Juga: Empat Orang Kepercayaannya Jadi Tersangka, Nusron Wahid Buka Suara Soal Penggeledahan KPK
Menteri ATR/BPN Nusron Wahid pada kesempatan sebelumnya telah menepis kabar burung yang menuduh dirinya menghilang usai Operasi Tangkap Tangan (OTT) melanda kementerian yang dipimpinnya.
Prahara ini berembus usai KPK memproses delapan orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap HGB Summarecon di Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Nusron Wahid menyikapi isu menghilangnya tersebut dengan kelakar. Apalagi, namanya kerap diseret dalam pusaran perkara yang tengah diusut oleh komisi antirasuah.
"Masa kita bisa menghilang kayak jin, ya?" ucap Nusron di kantor Kementerian ATR/BPN, Jakarta, Jumat (18/9).
Meski demikian, Nusron menyatakan kepatuhannya terhadap proses penegakan hukum yang dijalankan lembaga antirasuah. Ia memastikan kesiapannya untuk kooperatif dan membantu penyidik KPK mengurai perkara korupsi yang diduga menyeret jajaran orang kepercayaannya.
"Kami menghormati apa yang diproses oleh aparat penegak hukum, dalam hal ini KPK. Kami juga akan mengikuti dan kami akan membantu proses yang ada di sini," pungkasnya.
Baca Juga: Pakar Lingkungan Dukung Wacana Golongkan Pelaku Karhutla Sebagai Terorisme Ekologi
Editor : Moch Vikry Romadhoni
Nusron Wahid Bahlil Lahadalia Kementerian ATR BPN golkar kpk