Radar Bromo - Tim medis Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) menegaskan bahwa siswa SMK Berastagi berinisial FP, yang menjadi korban keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG), tidak menderita kerusakan pada fungsi otak. Sebelumnya, korban sempat dikabarkan mengalami hilang ingatan.
Kepastian medis tersebut didapatkan usai siswa yang bersangkutan menempuh tahapan wawancara, tes fisik dan neurologi, hingga uji elektroensefalografi (EEG) di RSCM.
Dokter Spesialis Anak Konsultan Neurologi Anak Prof. Dr. dr. Setyo Handryastuti, Sp.A(K), selaku pihak yang menangani korban membeberkan bahwa proses pengujian dilakukan pada korban beserta pihak keluarga dengan merujuk rekam medis perawatan terdahulu.
“Dari hasil wawancara, pemeriksaan, dan juga pemeriksaan elektroensefalografi, insya Allah saya bisa pastikan bahwa tidak ada gangguan fungsi otak pada ananda pertama,” ujarnya kepada wartawan, Kamis (17/9).
Mengutip penjelasannya, tes EEG dipasang sebagai sarana evaluasi guna mengukur fungsi otak. Hasil pemindaian tersebut dipakai menjadi salah satu pijakan utama untuk memvalidasi kondisi saraf sang murid.
“Insya Allah ke depannya ananda bisa bersekolah kembali, bisa beraktivitas kembali, bisa ceria kembali,” katanya.
Prof. Setyo menyampaikan, fokus tim dokter saat ini tertuju pada manajemen perawatan pasien guna menyokong masa pemulihan serta kesiapan aktivitasnya mendatang.
Baca Juga: 179 Siswa di Lombok Tengah Dilarikan ke UGD Usai Santap Kebab dan Salad Buah MBG
Di samping penanganan neurologi, kesehatan mental beserta fungsi kognitif pelajar turut diperiksa secara intensif oleh Prof. Dr. dr. Tjhin Wiguna, Sp.KJ(K), konsultan psikiatri anak dan remaja.
Prof. Tjhin menyampaikan, observasi tersebut ditujukan guna mengevaluasi status kejiwaan dan daya kognitif korban dari kacamata klinis.
Rangkaian tes tersebut menunjukkan bahwa kondisi pasien saat ini tergolong cukup membaik dan stabil. Fluktuasi emosinya pun terpantau relatif tenang, kendati kepanikan kecil terkadang masih muncul.
“Kalau kami lihat dari segi status mentalnya, kondisi saat ini ananda pertama ini cukup baik, cukup stabil. Suasana emosinya cukup stabil. Memang kadang-kadang sesekali masih ada kegelisahan,” tutur Prof. Tjhin.
Atas pertimbangan tersebut, tenaga kesehatan bakal terus melakukan pendampingan kepada sang siswa demi menjaga kestabilan psikologisnya agar siap kembali menjalankan kegiatan harian secara optimal.
“Kami berharap bahwa tentunya kondisinya ini bisa semakin hari bisa semakin stabil, dan tentunya kita akan dampingi terus,” pungkasnya.
Pada pemberitaan terdahulu, siswi SMK Berastagi berinisial FP dikabarkan mengalami keluhan kesehatan serius setelah menyantap sajian MBG. Efek keracunan itu sempat diklaim merusak daya ingatnya hingga anjlok mencapai 70 persen.
Ayahanda korban, Icuk Sugiarto Purba, membeberkan bahwa buah hatinya sempat mengalami disorientasi parah hingga tak mengenali kerabat dekat. Bahkan, siswi tersebut dilaporkan tak mampu mengingat sosok guru, teman sekelas, orang tua, sampai saudara kandungnya sendiri.
Editor : Moch Vikry Romadhoni