Radar Bromo - Masker menjadi salah satu perlengkapan penting untuk mengurangi risiko menghirup abu vulkanik ketika terjadi erupsi gunung api. Dari berbagai jenis yang tersedia, N95, KN95, dan KF94 memiliki tingkat perlindungan yang lebih baik dibandingkan masker medis maupun masker kain karena mampu menyaring partikel berukuran kecil dan menempel lebih rapat pada wajah.
Abu vulkanik dapat mengandung partikel halus yang berisiko mengganggu saluran pernapasan. Oleh sebab itu, pemilihan masker perlu disesuaikan dengan kondisi lingkungan dan tingkat paparan abu. Masker yang memiliki kemampuan filtrasi tinggi menjadi pilihan yang lebih tepat, terutama ketika seseorang harus berada di luar ruangan atau melakukan pembersihan abu.
Berikut perbedaan beberapa jenis masker yang dapat digunakan untuk mengurangi paparan abu vulkanik.
N95, KN95, dan KF94
N95, KN95, dan KF94 termasuk masker yang memiliki kemampuan menyaring partikel halus dengan cukup tinggi. Jenis masker tersebut dirancang agar dapat menempel lebih rapat pada wajah sehingga celah tempat masuknya udara dari luar dapat diminimalkan.
Kemampuan tersebut membuat masker respirator lebih sesuai digunakan ketika kondisi udara dipenuhi partikel abu vulkanik. Meski demikian, masker tetap harus digunakan dengan posisi yang tepat agar bagian hidung, mulut, dan area sekitar wajah tertutup dengan baik.
Masker Medis
Masker medis atau bedah masih dapat memberikan perlindungan terhadap sebagian paparan abu. Namun, efektivitasnya tidak setinggi masker respirator seperti N95, KN95, dan KF94.
Salah satu penyebabnya adalah desain masker medis yang umumnya masih menyisakan ruang pada bagian samping wajah. Partikel halus di udara dapat masuk melalui celah tersebut sehingga perlindungan terhadap abu vulkanik menjadi lebih terbatas.
Masker Kain
Dibandingkan dua jenis masker sebelumnya, masker kain memberikan perlindungan yang lebih rendah terhadap partikel halus. Struktur bahan kain pada umumnya tidak dirancang khusus untuk menyaring partikel berukuran sangat kecil seperti yang terdapat dalam abu vulkanik.
Dalam keadaan darurat ketika tidak tersedia masker respirator maupun masker medis, masker kain masih dapat digunakan sebagai perlindungan sementara. Penggunaannya dapat dilakukan secara berlapis, tetapi kemampuan perlindungannya tetap tidak dapat disamakan dengan N95, KN95, atau KF94.
Dengan demikian, N95, KN95, dan KF94 menjadi pilihan yang lebih baik untuk membantu mengurangi paparan abu vulkanik. Selain memilih jenis masker yang sesuai, masyarakat juga sebaiknya mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika hujan abu berlangsung dan mengikuti informasi serta arahan dari pihak berwenang. (Hastag abu vulkanik, masker N95, masker medis, masker kain, keselamatan bencana)
Penulis: Tim Magang Universitas Yudharta - ISTIQNA SALSABILA
Editor : Moch Vikry Romadhoni