Radar Bromo - Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka secara mendadak menginspeksi alur antrean pengisian bahan bakar minyak di SPBU Pertamina Jalan Tjilik Riwut Km 12, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, usai mendapati deretan kendaraan mengular cukup panjang demi menyuntik BBM.
"Pak, kalau ada kelangkaan-kelangkaan, lapor kami ya, Pak," desak Wapres kepada personel stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), disadur via siaran BPMI Sekretariat Wakil Presiden di Jakarta, Jumat.
Sang Wapres yang tengah melakoni agenda kunjungan kerja ke wilayah Kalimantan pada Kamis (10/9), mendadak menginstruksikan rombongan kendaraannya berhenti tatkala menyaksikan penumpukan kendaraan yang amat panjang di seputar area SPBU, persis dalam perjalanan seusai memantau Pusat Rehabilitasi Orangutan Nyaru Menteng.
Gibran lantas bergegas turun dari mobil dan menggelar dialog interaktif bersama petugas serta masyarakat setempat guna membedah pemicu utama antrean sekaligus mengecek langsung ketahanan stok bahan bakar minyak (BBM) di SPBU tersebut.
Wapres menandaskan agar tiap-tiap kendala yang menyangkut pasokan BBM segera ditransmisikan ke pihak pusat supaya dapat dieksekusi penanganannya secara kilat.
"Besok tidak boleh antre begini ya. Kita pastikan barangnya ada terus," ujar Gibran.
Petugas SPBU membeberkan informasi bahwasanya pasokan BBM tambahan kala itu tengah dalam fase pengiriman menuju lokasi SPBU.
Seraya menanti kiriman BBM berlabuh, Wapres mengimbau petugas untuk mengondisikan penataan antrean kendaraan secara rapi agar tak sampai melumpuhkan akses pengguna jalan umum di luar kawasan SPBU.
Kepada para pengendara yang masih bertahan dalam antrean, Wapres memohon kesediaan mereka untuk bersabar seraya menjamin ketersediaan stok BBM di lokasi tersebut aman.
"Tunggu ya, Pak. Maaf, ya," tutur Wapres.
Inspeksi mendadak dalam durasi singkat tersebut menjadi wujud atensi Wapres untuk menjamin ketersediaan hajat hidup pokok masyarakat tetap aman, terkhusus pada zona-zona terdampak bencana.
Eksistensi Wapres di bumi Kalimantan bertujuan untuk menyapu bersih dan meninjau langsung efektivitas penanganan kebakaran hutan dan lahan yang merebak di sejumlah titik, demi memastikan proteksi menyeluruh terhadap keselamatan warga, kelangsungan satwa liar, hingga kelestarian ekosistem habitatnya.
Editor : Moch Vikry Romadhoni