Ratusan Pelajar dan Guru di Pati Mendadak Diare Usai Santap Menu MBG, Dinkes Uji Lab Sampel Makanan

Moch Vikry Romadhoni • Dipublikasikan Rabu, 9 September 2026 | 17:46 WIB
Tangkapan video di sekolah yang terdamapak dugaan keracunan MBG di Pati, Jawa Tengah/(tiktok: Gembong.id)
Tangkapan video di sekolah yang terdamapak dugaan keracunan MBG di Pati, Jawa Tengah/(tiktok: Gembong.id)
Radar Bromo - Ratusan murid beserta jajaran guru di dua institusi sekolah menengah pertama yang berlokasi di Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, terserang gejala mual dan diare. Gejala tersebut mulai merebak seusai mereka menikmati sajian menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan sehari sebelumnya.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pati, Luky Pratugas Narimo, mengonfirmasi bahwa dua lembaga pendidikan yang mengabarkan insiden tersebut ialah SMP Negeri 1 Gembong dan MTs Negeri 3 Pati.
"Lokasi ada 2 sekolah. MTs Negeri 3 Pati dan SMP Negeri 1 Gembong," kata Luky kepada wartawan di SMP Negeri 1 Gembong, Rabu (9/9).
Di lingkungan SMP Negeri 1 Gembong, tercatat sebanyak 103 pelajar beserta 13 pengajar teridentifikasi mengalami keluhan mual dan diare. Sementara itu di MTs Negeri 3 Pati, kondisi serupa menjangkiti 127 siswa dan 30 guru.
Dinkes Pati memperoleh pemberitahuan mengenai peristiwa tersebut kira-kira pukul 09.00 WIB. Meski demikian, Luky menggarisbawahi bahwa asumsi keracunan akibat konsumsi hidangan MBG tersebut masih belum dapat disimpulkan secara final.
"Informasi kami dapat awal merupakan dugaan keracunan MBG yang disajikan kemarin. Ini masih dugaan," jelasnya.
Baca Juga: Badan Gizi Nasional Larang Susu Kental Manis Masuk Menu Makan Bergizi Gratis
Personel Dinkes Pati saat ini tengah menggeledah investigasi epidemiologis guna menguraikan dalang utama di balik munculnya gangguan kesehatan tersebut. Sampel makanan juga bakal diuji secara medis di laboratorium untuk memvalidasi ada tidaknya korelasi dengan hidangan yang disantap para murid dan tenaga pendidik.
"Tim kami masih melakukan penyelidikan lagi, kami belum bisa memastikan penyebabnya seperti apa. Kita tunggu penyelidikan epidemiologis seperti apa, hasil uji lab seperti apa," ujarnya.
Di lain sisi, deretan siswa serta guru yang terdampak telah memperoleh penanganan medis secara intensif. Mereka segera dilarikan ke pelbagai unit fasilitas kesehatan, mencakup puskesmas setempat hingga rumah sakit di seputar kawasan Pati.
Luky menambahkan bahwasanya angka pasti para korban masih sangat dinamis lantaran tahapan pendataan serta penyelarasan informasi dengan deretan fasilitas kesehatan masih berjalan di lapangan.
"Data belum, masih dinamis, belum bisa memastikan berapa jumlahnya. Data akan kami update berdasarkan sinkronisasi berdasarkan faskes yang ada di RSUD Soewondo, Mitra dan KSH," jelasnya.
Baca Juga: Dunia Intelektual Berduka, Pakar Politik Unair Airlangga Pribadi Kusman Tutup Usia
Editor : Moch Vikry Romadhoni
Keracunan MBG Dinkes Pati pati keracunan makanan Makan Bergizi Gratis