Gunung Api Erupsi? Ini 7 Langkah yang Perlu Dilakukan untuk Menjaga Keselamatan

radar bromo • Dipublikasikan Senin, 7 September 2026 | 18:33 WIB
Antara News
Antara News

Radar Bromo - Erupsi gunung api merupakan salah satu bencana alam yang dapat menimbulkan berbagai bahaya bagi masyarakat di sekitar kawasan terdampak. Material yang keluar saat erupsi tidak hanya berupa lava, tetapi juga dapat berupa abu vulkanik, awan panas, lahar, batuan, hingga gas yang berbahaya bagi kesehatan.

Dalam kondisi tersebut, masyarakat perlu mengetahui tindakan yang tepat agar dapat mengurangi risiko. Kepanikan justru dapat membuat seseorang sulit mengambil keputusan. Karena itu, penting untuk tetap tenang, memperhatikan informasi resmi, dan mengikuti arahan petugas di lapangan.

Berikut sejumlah langkah yang dapat dilakukan ketika terjadi erupsi gunung api:

1. Segera tinggalkan wilayah jika ada perintah evakuasi

Apabila pemerintah atau petugas memberikan instruksi untuk mengungsi, masyarakat sebaiknya segera meninggalkan lokasi tanpa menunggu kondisi semakin buruk. Gunakan jalur evakuasi yang telah ditentukan dan hindari wilayah yang menjadi jalur aliran lava, lahar, maupun awan panas.

Jika menggunakan kendaraan, pastikan seluruh jendela dan pintu tertutup selama perjalanan. Pengendara juga perlu berhati-hati karena jalan dapat tertutup material vulkanik atau mengalami kerusakan akibat erupsi.

2. Tetap berada di dalam bangunan ketika diminta berlindung

Tidak semua kondisi erupsi mengharuskan masyarakat langsung keluar rumah. Jika petugas meminta warga berlindung, tetaplah berada di dalam bangunan yang aman. Tutup pintu dan jendela untuk mengurangi masuknya abu maupun udara dari luar.

Peralatan seperti kipas, pendingin ruangan, atau sistem ventilasi yang menarik udara dari luar sebaiknya dimatikan. Hewan peliharaan juga perlu ditempatkan di area yang terlindungi.

3. Jauhi sungai dan wilayah yang lebih rendah

Sungai dan kawasan dataran rendah dapat menjadi jalur berbahaya ketika terjadi aliran lahar. Material vulkanik yang bercampur air hujan dapat bergerak mengikuti aliran sungai.

Masyarakat yang tinggal atau berada di sekitar sungai perlu segera menuju tempat yang lebih tinggi apabila terdapat peringatan bahaya. Jangan mencoba mendekati aliran sungai untuk melihat kondisi setelah erupsi.

4. Segera mencari pertolongan jika mengalami luka

Korban yang mengalami luka akibat material panas, batu, atau benda lain selama erupsi perlu mendapatkan pertolongan sesegera mungkin. Luka bakar, khususnya yang cukup parah, membutuhkan penanganan tenaga medis.

Iritasi pada mata, hidung, dan tenggorokan akibat asap atau gas vulkanik juga tidak boleh diabaikan. Jika keluhan tidak membaik setelah menjauh dari sumber paparan, masyarakat sebaiknya segera mencari bantuan medis.

5. Gunakan perlindungan saat menghadapi abu vulkanik

Hujan abu dapat mengganggu pernapasan serta menyebabkan iritasi pada kulit dan mata. Ketika abu mulai turun, pilihan paling aman adalah tetap berada di dalam ruangan dengan pintu dan jendela tertutup.

Jika harus keluar, gunakan pakaian yang menutupi tubuh dan kacamata pelindung. Hindari berada di luar ruangan terlalu lama, terutama ketika abu masih turun dengan lebat.

6. Pakai masker yang mampu menyaring partikel

Respirator seperti N95 dapat digunakan untuk membantu mengurangi paparan partikel abu vulkanik ketika seseorang harus berada di luar ruangan atau membersihkan abu. Penggunaan masker harus dilakukan dengan benar agar dapat memberikan perlindungan yang maksimal.

Jika tidak memiliki respirator, masker lain dapat menjadi pilihan sementara. Namun, perlindungannya terhadap partikel abu tidak sebaik respirator partikulat. Masker juga bukan perlindungan terhadap seluruh jenis gas beracun yang mungkin muncul saat erupsi.

7. Hindari berkendara ketika abu turun sangat lebat

Mengemudi ketika hujan abu sedang berlangsung dapat membahayakan keselamatan. Jarak pandang dapat berkurang, sementara abu yang beterbangan berpotensi mengganggu mesin kendaraan.

Jika tidak ada kebutuhan mendesak untuk keluar, kendaraan sebaiknya tetap diparkir dan mesin dimatikan. Apabila kendaraan harus digunakan untuk evakuasi, tutup seluruh jendela dan hindari penggunaan sistem pendingin yang mengambil udara dari luar.

Selain mengetahui langkah penyelamatan, masyarakat yang tinggal di kawasan rawan gunung api juga perlu mempersiapkan diri sebelum bencana terjadi. Mengetahui jalur evakuasi, menyiapkan perlengkapan darurat, serta memantau informasi dari sumber resmi dapat membantu menghadapi situasi dengan lebih tenang.

Pada akhirnya, keselamatan saat erupsi sangat bergantung pada kesiapan dan kepatuhan terhadap arahan petugas. Jangan mengambil keputusan berdasarkan informasi yang belum jelas dan hindari mendekati kawasan berbahaya hanya karena ingin melihat kondisi gunung secara langsung.

Penulis: Tim Magang Universitas Yudharta - ISTIQNA SALSABILA

Editor : Moch Vikry Romadhoni
gunung meletus erupsi gunung api mitigasi bencana bencana alam keselamatan